Sosial Media
0
News
    Home ASN Gubernur Sulbar Mamuju Pelayanan Publik Sekda Sulbar Semangat Sulbar Wagub Sulbar

    Tahun 2026, Di Tengah Pangkasan APBN, Gubernur Sulbar Desak ASN, Optimis dan Berani Ambil Risiko

    6 min read

     


    "Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) membuka tahun 2026 dengan cambuk virtual bagi ribuan ASN, tetap optimis layani publik meski anggaran dipangkas pusat, terapkan efisiensi ketat, dan berani ambil keputusan, atau mundur dari jabatan"


    Mamuju, TOKATA.id – Seperti nelayan yang tetap menebar jala di lautan bergelombang, Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) memanfaatkan awal 2026 untuk menyuntik semangat bagi seluruh pegawai Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Rapat virtual Senin (05/01), yang diikuti Wakil Gubernur Salim S Mengga, Sekda Junda Maulana, para kepala perangkat daerah, serta ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan guru provinsi, menjadi panggungnya menekankan ketangguhan di tengah badai finansial.

    SDK tak menyembunyikan kerasnya realitas tahun ini. Pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat akibat efisiensi nasional pasca-pandemi dan fluktuasi ekonomi, memaksa Provinsi Sulawesi Barat menyesuaikan alokasi. Namun, ia tegas menolak agar semangat pelayanan publik ikut layu. 

    "Kita harus paham, public service tetap harus berjalan. Alokasi untuk publik tak berkurang, hanya potong yang tak esensial," ujarnya usai rapat di Ruang Oval Kantor Gubernur.

    Instruksi lanjutan tak kalah pedas: seluruh perangkat daerah diminta terapkan efisiensi anggaran agar tepat sasaran, hindari pemborosan yang selama ini jadi sorotan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). SDK kritis menyoroti kultur birokrasi lamban, menuntut keberanian pengambilan keputusan. 

    "Setiap keputusan harus dipertanggungjawabkan. Jangan takut ambil langkah, kalau ragu, mundur saja dari jabatan. Bertanggung jawab penuh, jangan lari-lari," tegasnya, nada suaranya menggema seperti genta peringatan.

    Pesan ini krusial di tengah tantangan Sulawesi Barat: pemulihan ekonomi pasca-bencana, infrastruktur tertinggal, dan tuntutan layanan dasar yang kian mendesak. Rapat virtual ini, meski efisien, menandai komitmen SDK membangun birokrasi tangguh—atau, setidaknya, memisahkan yang berani dari yang cuma numpang jabat. (*/Rigo Pramana)

    Komentar
    Additional JS