Cegah Celah Korupsi, Biro Pemkesra Lakukan Pembinaan Keuangan Ikuti Visi Gubernur SDK-JSM
"Di tengah sorotan pengawasan ketat atas penyimpangan anggaran daerah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menggelar Rapat Pembinaan Pengelolaan Keuangan melalui Biro Pemkesra Setda Provinsi, Senin (05/01). Kegiatan ini menargetkan pejabat struktural, pengelola keuangan, dan staf terkait, langsung menindaklanjuti arahan Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga untuk tertibkan administrasi seperti alur sungai yang lurus tanpa bendungan penyimpangan."
Mamuju, TOKATA.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mengintensifkan pengawasan internal lewat Rapat Pembinaan Pengelolaan Keuangan yang digelar Biro Perlengkapan dan Keuangan Sekretariat Daerah (Pemkesra) Provinsi Sulawesi Barat, Senin (05/01). Langkah tegas ini diikuti pejabat struktural, pengelola keuangan, serta staf Biro Pemkesra yang terlibat langsung dalam rantai perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan anggaran sebuah respons cepat atas arahan Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga.
Rapat itu mengupas isu strategis dengan tajam: penguatan regulasi pengelolaan keuangan daerah, peningkatan kualitas laporan pertanggungjawaban, serta strategi pencegahan kesalahan anggaran yang kerap jadi celah korupsi. Pembahasan difokuskan memastikan setiap rupiah mengalir sesuai Peraturan Perundang-undangan, menghindari deviasi yang merugikan rakyat.
Plt. Kepala Biro Pemkesra, Murdanil, menegaskan urgensi pembinaan ini sebagai benteng tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.
“Pengelolaan keuangan tertib, transparan, akuntabel adalah tanggung jawab bersama. Rapat ini pastikan semua pengelola paham utuh tugas, fungsi, dan regulasi di setiap tahap anggaran, tak ada lagi ruang kelalaian,” tegasnya.
Murdanil menambahkan, penguatan ini selaras visi Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, wujudkan Sulawesi Barat maju sejahtera melalui birokrasi profesional, berintegritas, berorientasi pelayanan publik. Namun, di balik ambisi itu, tantangan nyata menanti, bagaimana memastikan pembinaan tak sekadar seremoni, melainkan perubahan nyata di lapangan?
Diharapkan, rapat ini dorong peningkatan kinerja pengelola keuangan Biro Pemkesra, sehingga pengelolaan anggaran efektif, akuntabel, dan sustain program pembangunan Provinsi Sulawesi Barat, menuju era birokrasi tanpa noda. (*/Rigo Pramana)
