Sosial Media
0
News
    Home Aceh BPBD Sulbar Mamuju Papua Purnama ROB Sulbar

    Ombak Maksimum Mengintai Pesisir, Dari Aceh hingga Papua, Sulbar di Garis Depan

    6 min read



     

    "Gelombang pasang surut ekstrem akibat fase perigee Bulan dan purnama bakal mengancam banjir pesisir (rob) di 22 provinsi Indonesia, termasuk Sulawesi Barat pada 2-6 Januari 2026. BPBD Sulbar langsung tingkatkan kewaspadaan, imbau warga pesisir evakuasi dini demi cegah korban jiwa."


    Mamuju, TOKATA.id – Pusdalops BPBD Sulawesi Barat menerima peringatan dini BMKG, Selasa (30/12), soal potensi banjir pesisir rob yang dipicu fase perigee—jarak terdekat Bulan ke Bumi pada 2 Januari 2026—dan bulan purnama 3 Januari. Data water level dan prediksi pasang surut menunjukkan ketinggian muka air laut maksimum, siap menyapu pantai dari Aceh hingga Papua Selatan hingga 10 Januari 2026.

    Wilayah rentan mencakup 22 provinsi: Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kaltim, Kalsel, Kalteng, Kalbar, Sulut, Sulbar, Maluku, dan Papua Selatan. Di Sulawesi Barat, rob mengintai pesisir Mamuju, Majene, Polewali Mandar, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu pada 2-6 Januari.

    BMKG tekankan dampak nyata: aktivitas bongkar muat pelabuhan terhenti, pemukiman pesisir tenggelam, tambak garam dan perikanan darat lumpuh. Fenomena alam ini bukan sekadar gelombang biasa, melainkan ujian ketangguhan bagi ribuan warga yang bergantung pada laut.

    Kepala Pelaksana BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, langsung responsif. "Kami tingkatkan kesiapsiagaan lintas sektor di pesisir. Masyarakat harus waspada, antisipasi pasang maksimum, dan pantau info resmi BMKG-BPBD," tegasnya. Langkah ini selaras arahan Gubernur Suhardi Duka: mitigasi dini, penyebaran info cepat, dan kewaspadaan total lawan bencana hidrometeorologi yang kian ganas akibat perubahan iklim.

    Yasir menambahkan, pemerintah daerah diminta koordinasi ketat, termasuk evakuasi preventif dan stok logistik. "Jangan tunggu air naik; siapkan sekarang, selamatkan nyawa dan harta," pesannya, menggarisbawahi kritik diam-diam pada kelalaian masa lalu yang sering biarkan bencana merenggut. (*/Rigo Pramana)

    Komentar
    Additional JS