Sosial Media
0
News
    Home Harmoni Mamuju Membangun Sulbar Sulbar Tegas Wagub Sulbar

    11 Bulan Cukup Ubah Sulbar: Wagub Akui Keajaiban SDK, Tegur ASN "Datang Telat, Pulang Cepat"

    6 min read

     


    "Wakil Gubernur Sulawesi Barat Salim S Mengga tak henti memuji kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka (SDK) yang katanya ubah wajah Sulbar dalam 11 bulan, tapi ia tegas jerit: disiplin ASN ambruk, banyak yang datang telat dan kabur jam 10 pagi—sinyal peringatan di malam muhasabah akhir tahun."


    Mamuju, TOKATA.id – Di bawah cahaya redup Rujab Gubernur Sulawesi Barat, Wakil Gubernur Salim S Mengga tak menyembunyikan kebanggaannya malam itu. "Saya sungguh merasa bangga bekerja sama dengan Bapak Suhardi Duka dalam membangun Sulbar," ujarnya tegas saat malam silaturahmi dan refleksi akhir tahun Pemerintah Provinsi Sulbar, Rabu (31/12).

    Kepemimpinan SDK, menurut Salim, terbukti kokoh seperti batu karang di tengah badai—dalam mengelola pemerintahan dan ekonomi. Pengalaman panjangnya, dari 10 tahun sebagai bupati hingga anggota DPR RI, jadi pondasi utama. Sementara Salim menempatkan diri sebagai pendamping setia: "Tugas saya mendampingi beliau hanya mengawasi dan menjaga."

    Awalnya, keraguan menyelimuti. "Saya agak ragu, apakah kita bisa memperbaiki daerah ini dalam 11 bulan?" akunya. Tapi kini, capaian melampaui ekspektasi: ekonomi melonjak, tata kelola rapi, Sulbar pun bersaing nasional—tak kalah saing dengan provinsi lain di Sulawesi.

    Malam itu bukan pesta kembang api Tahun Baru, tegas Salim, melainkan muhasabah: introspeksi diri. Namun, sorotannya menusuk ke luka terbuka—disiplin ASN. "Banyak personel ASN datang setengah delapan, jam 10 sudah di luar lagi," geramnya, menggambarkan absensi yang jadi racun kinerja.

    Ia desak dukungan penuh untuk kebijakan gubernur soal disiplin. "Kalau disiplin bagus, Insyaallah kinerja bagus," tegasnya. Upaya stabilkan kesejahteraan ASN di tengah efisiensi sudah dilakukan; harapannya, tahun kedua lebih cemerlang. Bahkan soal mutasi jabatan dan fit and proper test, pesannya sederhana: "Teruslah bekerja, jangan patah semangat."

    Puncaknya, Salim ungkap penghargaan pribadi. SDK, katanya, justru turun ke ruangannya untuk koordinasi—gestur langka. "Belum pernah ada dalam sejarah: gubernur datang ke ruang wagub. Beliau bisa telepon atau panggil saya, tapi justru turun. Ini penghargaan besar," ceritanya, simbol dwi tunggal yang utuh.

    Komitmennya bulat: loyal pada gubernur, tapi integritas terjaga. "Kita satu jiwa. Saya loyal apa pun yang diminta atau dikatakan gubernur, sambil jaga integritas," pungkasnya—janji yang mengikat di ambang tahun baru. (*/Rigo Pramana)

    Komentar
    Additional JS