Sosial Media
0
News
    Home KIM Kominfo Pers Sulbar Literasi Digital Online Polman Sulbar

    Kominfo Sulbar Gelar Seruan Literasi Digital Sulbar

    10 min read

     


    Mamuju, TOKATA.id –
    Insiden memilukan yang menimpa seorang wanita di Polewali Mandar, dugaan bunuh diri setelah menjadi korban penipuan belanja online, menjadi alarm keras bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam setiap transaksi digital.

    Menanggapi hal tersebut, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo) Provinsi Sulawesi Barat menegaskan komitmen kuat memperdalam edukasi literasi digital kepada seluruh lapisan masyarakat.

    Pelaksana Tugas Kepala Diskominfo Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, menyoroti pentingnya keseimbangan antara meningkatnya aktivitas digital dan pemahaman mendalam soal keamanan internet serta kemampuan mendeteksi modus penipuan daring.

    “Kasus ini mengajarkan kita bahwa literasi digital bukan sekadar mampu menggunakan teknologi, melainkan mengerti risiko yang mengintai. Diskominfo akan gencar meningkatkan sosialisasi keamanan bertransaksi digital, panduan berbelanja aman melalui e-commerce, serta prosedur pelaporan kejahatan siber,” tegas Ridwan, Selasa (04/11).

    Lebih lanjut, Ridwan mengungkapkan edukasi digital dilakukan tidak hanya lewat sosialisasi tatap muka, tetapi juga melalui kanal media sosial Diskominfo. Media ini efektif menyebarkan pesan edukatif agar langkah pencegahan menjangkau masyarakat lebih luas.

    Salah satu program andalan Diskominfo Sulbar adalah “Senter KIM” (Sekolah Internet Kelompok Informasi Masyarakat), yang berperan memperkuat ekosistem digital di setiap kabupaten.

    “Senter KIM berfungsi sebagai ruang diskusi dan jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Kami ingin mendorong masyarakat agar tidak hanya pintar mengakses, tetapi juga produktif memanfaatkan teknologi digital,” jelasnya.

    Ridwan menegaskan, di era digital, informasi sudah melewati uang sebagai kekuatan utama. Namun, kemajuan ini juga menebar tantangan serius seperti hoaks dan misinformasi. Maka dari itu, peran KIM sangat vital sebagai benteng literasi digital.

    Dampak pemerataan akses internet membawa dua wajah; potensi positif dan risiko negatif. Karenanya, masyarakat wajib dibekali kecakapan digital sekaligus kesadaran etika berinternet.

    “KIM adalah penyaring informasi dan penghubung komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Diperlukan karena pemerintah tak sanggup menjangkau semua lapisan secara langsung. KIM hadir sebagai filter dan jembatan agar informasi sampai pada masyarakat dengan jelas dan benar,” ujarnya.

    Kini, dengan penguatan literasi digital dan peran aktif Senter KIM, Diskominfo Sulbar berharap generasi muda dan masyarakat secara umum siap menghadapi tantangan dunia digital secara aman dan bertanggung jawab. (*/Rigo Pramana)

    Komentar
    Additional JS