BREAKING NEWS

Dinkes Sulbar Tingkatkan Kesiapsiagaan melalui Verifikasi Sinyal dan Pelacakan Kontak KLB

 


Mamuju Tengah, TOKATA.id – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat menggelar kegiatan verifikasi sinyal, penelusuran rumor, serta pelacakan kontak penyakit berpotensi Kejadian Luar Biasa (KLB)/wabah, bersamaan dengan sosialisasi pencatatan dan pelaporan keracunan pangan pada program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menggunakan aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR).

Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Mamuju Tengah pada 3–5 November 2025 ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sistem surveilans kesehatan daerah. Upaya ini selaras dengan visi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat “Maju dan Sejahtera” yang dicanangkan oleh Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, serta mendukung Panca Daya ke-3 yang mengedepankan pengembangan sumber daya manusia unggul berkarakter.

Tujuan utama kegiatan adalah mengasah kapasitas petugas surveilans dan kesehatan lingkungan agar mampu melakukan deteksi dini, pelaporan, serta respons cepat terhadap kejadian keracunan pangan MBG di wilayah kerja masing-masing.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh puskesmas di Mamuju Tengah mampu melaporkan secara tepat waktu melalui sistem SKDR sekaligus memperkuat koordinasi lintas program dan lintas sektor dalam penanganan KLB keracunan pangan, dengan kolaborasi erat bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju Tengah.

Rombongan dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, yang terdiri dari Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Tim Program Surveilans dan Imunisasi, serta Program Kesehatan Lingkungan, melakukan kunjungan kerja ke Dinkes Kabupaten Mamuju Tengah.

Kunjungan diterima langsung oleh Kepala Bidang P2P Kabupaten bersama tim surveilans dan kesehatan lingkungan, serta dilanjutkan dengan monitoring lapangan di Puskesmas Pangale.

Beberapa materi penting disampaikan selama kegiatan, antara lain:

  • Gambaran umum SKDR dan mekanisme pelaporan keracunan pangan MBG

  • Prosedur pelaporan kasus melalui sistem SKDR

  • Langkah-langkah investigasi lapangan untuk kasus keracunan

  • Peran petugas kesehatan lingkungan dalam respon cepat dan penelusuran sumber keracunan

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk menguatkan kewaspadaan dini di daerah.

Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan pelaksanaan SKDR berjalan optimal sebagai bagian dari peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan untuk mencegah serta menanggulangi KLB, khususnya yang berasal dari pangan dan bahan berbahaya," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Dinas Kesehatan bersama puskesmas harus terus melakukan monitoring serta evaluasi rutin terhadap seluruh Sistem Pengawasan Pangan dan Gizi (SPPG) agar tingkat kepatuhan standar keamanan pangan selalu terjaga.

Kegiatan ini diharapkan mampu menguatkan kemampuan teknis tenaga kesehatan daerah, menjamin pelaporan berjalan tepat waktu dan akurat, serta menjadi fondasi vital dalam melindungi masyarakat dari potensi keracunan pangan dan ancaman kesehatan lainnya. (*/Rigo Pramana)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar