Sosial Media
0
News
    Home Gizi Buruk Kesehatan Mamuju Stunting Sulbar TP PKK Sulbar

    Sulbar Perkuat Penanganan Stunting dengan Bantuan Makanan Bergizi di Kalumpang

    12 min read

     


    Mamuju, TOKATA.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Sulbar memperkuat upaya penanganan stunting melalui peluncuran program dan penyerahan bantuan makanan bergizi di Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, akhir pekan lalu.

    Langkah ini menunjukkan sinergi pemerintah daerah dan TP-PKK dalam memastikan keluarga, terutama ibu hamil dan balita, mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang sesuai arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga.

    Ketua TP-PKK Sulbar, Harsinah Suhardi, dalam sambutannya menyoroti tren mengkhawatirkan kondisi gizi di Sulbar. Data 2024 menunjukkan prevalensi stunting di Sulbar mencapai 35,4 persen, naik 5,1 persen dibanding tahun sebelumnya, dan jauh di atas rata-rata nasional. Di Kabupaten Mamuju, angka stunting bahkan mencapai 38,7 persen, meningkat 5,9 persen dalam setahun, sebuah peringatan serius bagi pemerintah dan masyarakat.

    “Stunting bukan sekadar masalah tinggi badan. Ini ancaman nyata bagi kualitas sumber daya manusia dan masa depan generasi bangsa. Maka, penanganan harus cepat dan terkoordinasi lintas sektor,” tegas Harsinah.

    Program ini menargetkan peningkatan asupan gizi, khususnya protein hewani, di wilayah rawan pangan untuk memperbaiki status gizi dan ketahanan keluarga. “Pembangunan manusia dimulai dari pemenuhan gizi. Tubuh sehat melahirkan pikiran cerdas, semangat tinggi, dan karakter kuat,” tambahnya.

    Kecamatan Kalumpang dikategorikan sebagai wilayah rawan pangan, sehingga program ini sangat strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, PKK, dan masyarakat lokal.

    Harsinah mengajak seluruh kader PKK berperan aktif sebagai motor utama pendampingan keluarga berisiko stunting dengan langkah-langkah sebagai berikut:

    • Mendata dan mendampingi keluarga rawan gizi buruk dan stunting

    • Memberikan edukasi gizi seimbang melalui posyandu dan dasawisma

    • Mengajarkan pengolahan bahan pangan lokal bernutrisi

    • Menggerakkan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L)

    • Membangun budaya hemat pangan dan anti-sisa makanan di keluarga dan sekolah

    Dia menekankan sinergi dan kerja sama lintas sektor sangat penting, melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pendidikan, pihak swasta, dan perguruan tinggi.

    “Sinergi lembaga dan masyarakat adalah kunci membangun Sulbar yang sehat, bergizi, dan berdaya saing,” pungkas Harsinah. Ia menutup dengan pesan bahwa kegiatan ini bukan hanya penyerahan bantuan, tapi gerakan moral dan sosial membangun kesadaran bersama.

    “Perempuan Hebat, Keluarga Sehat. Bersama PKK kita wujudkan Generasi Bergizi dan Sehat menuju Sulbar Maju dan Sejahtera.” pungkasnya. (*/Rigo Pramana)

    Komentar
    Additional JS