Sosial Media
0
News
    Home Advertorial Gizi KEK Kesehatan Ketapang Sulbar Pangan Lokal Sulbar TP PKK Sulbar

    Perbaikan Gizi di Sulbar, Program B2SA Garap Pangan Lokal dan Lawan KEK

    10 min read

     


    Mamuju, TOKATA.id – Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Provinsi Sulawesi Barat resmi meluncurkan program pemberian makan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman B2SA

     sebagai upaya serius memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan anak rentan stunting.

    Peluncuran ini menandai komitmen Pemerintah Provinsi Sulbar mempercepat perbaikan gizi, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil dengan KEK dan balita berisiko stunting.

    Kepala Dinas Ketapang Sulbar, Abdul Waris Bestari, menegaskan bahwa persoalan gizi bukan semata pada ketersediaan pangan, tetapi juga pola konsumsi yang harus beragam, bergizi, seimbang, dan aman.

    “Pemberian makan dengan pola B2SA menjamin asupan beragam untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Kami juga mengutamakan bahan pangan dari produk lokal untuk turut menggerakkan ekonomi petani Sulbar,” ujar Abdul Waris Bestari saat sambutan, Selasa, 14 Oktober 2025.

    Ia menjelaskan bahan pangan lokal Sulbar memiliki potensi besar sebagai sumber gizi murah, mudah didapat, dan kaya manfaat. Contohnya singkong, jagung, pisang, ikan laut, daun kelor, dan berbagai umbi-umbian lokal yang dapat diolah menjadi menu sehat untuk ibu hamil dan anak-anak.

    “Dengan program ini, kami ingin membuktikan pangan lokal Sulbar adalah solusi gizi yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan,” tambahnya.

    Program B2SA sejalan dengan misi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, bersama Wakil Gubernur Salim S Mengga, dalam membangun sumber daya manusia unggul, sehat, dan produktif melalui peningkatan ketahanan pangan dan perbaikan gizi.

    Abdul Waris Bestari menegaskan Dinas Ketapang akan terus bersinergi dengan TP PKK Sulbar, Dinas Kesehatan, dan tim PASTI PADU supaya program tidak berhenti di peluncuran, namun menjadi gerakan berkelanjutan di seluruh kabupaten dan desa.

    “Kami berharap kesadaran pentingnya perbaikan gizi tumbuh dari rumah tangga, mulai dari memanfaatkan bahan pangan lokal hingga membangun kebiasaan makan sehat,” kata Abdul Waris Bestari.

    Di akhir sambutan, ia mengapresiasi Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Barat atas dukungan aktifnya dalam gerakan pangan dan gizi.

    “Mari jadikan gerakan pemberian makan B2SA momentum membangun generasi Sulawesi Barat yang sehat, aktif, dan produktif melalui pangan lokal bergizi dan berdaya saing,” pungkasnya. (*/Rigo Pramana)

    Additional JS