Paradigma Islam Holistik Jadi Kunci Penanganan Kekerasan Seksual di Sulbar
Mamuju, TOKATA.id – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Sulawesi Barat fokus membangun kesadaran penanganan kekerasan seksual dengan menguatkan nilai-nilai Islam secara holistik dan berkeadilan.
Ketua bidang Immawati DPD IMM Sulbar, Sri Rahayu, menyelenggarakan Webinar Nasional pada Sabtu (11/10) yang diikuti ratusan peserta dari berbagai organisasi perempuan dan kalangan mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan membangun pemahaman komprehensif tentang penanganan kekerasan seksual dari perspektif Islam yang adil sekaligus menciptakan ruang aman bagi semua pihak.
Webinar mengusung tema: "Paradigma Islam Holistik dalam Pencegahan, Penanganan, dan Pendampingan Kekerasan Seksual: Jalan Menuju Keadilan dan Perlindungan Hak Asasi."
Acara menghadirkan narasumber ahli, seperti Guru Besar Kajian Gender UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Alimatul Qibtiyah, serta Ketua DPP Bidang Immawati, Sumarni.
Dalam pemaparannya, Prof. Alimatul menegaskan pentingnya pendekatan Islam yang rahmatan lil ‘alamin, yang berpihak pada korban dan menjamin terpenuhinya hak-hak mereka. Ia menekankan perlunya kesadaran kolektif untuk mulai memerangi segala bentuk kekerasan seksual.
“Kita harus menumbuhkan kesadaran individu agar kasus-kasus kekerasan seksual dapat dihindari sejak dini,” tegas Prof. Alimatul, yang juga pernah menjabat sebagai Komisioner Komnas Perempuan Indonesia (2020-2024).
Diskusi interaktif berjalan dinamis dengan antusiasme tinggi dari peserta. Acara dipandu langsung oleh Sri Rahayu, yang juga dikenal sebagai pemerhati isu kesejahteraan sosial dan anak di Sulbar.
Melalui kegiatan ini, Sri Rahayu berharap kesadaran publik meningkat dan kader serta masyarakat diberikan bekal pengetahuan benar dalam pencegahan, penanganan, dan pendampingan korban kekerasan seksual berdasarkan nilai-nilai Islam yang holistik dan berkeadilan. (Rigo Pramana)
