PAIR dan Bapperida Sulbar Kolaborasi Dorong Riset Inovatif Berbasis Kebutuhan Daerah
Mamuju, TOKATA.id – Delegasi Partnership for Australia-Indonesia Research (PAIR) mengunjungi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sulawesi Barat pada Kamis (10/10).
Rombongan PAIR dipimpin Direktur Program PAIR, Dr. Eugene Sebastian, dan diterima langsung oleh Sekretaris Bapperida Sulbar, Darwis Damir, di Aula RPJMD. Darwis menjelaskan kepada wartawan bahwa PAIR merupakan inisiatif yang tidak hanya menargetkan riset akademis, tapi juga memastikan dampak nyata bagi masyarakat melalui pengembangan sains dan teknologi.
“Program PAIR menghubungkan peneliti dari Indonesia dan Australia untuk menghasilkan riset aplikatif yang mendukung kebijakan publik,” ujar Darwis.
Darwis menegaskan bahwa rombongan telah diberikan penjelasan mendalam mengenai Visi dan Misi Gubernur Sulawesi Barat yang tertuang dalam Dokumen RPJMD 2025-2029. Program PAIR yang berjalan tematik ini, katanya, sangat selaras dengan Pancadaya Pemerintah Provinsi Sulbar, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan yang berdampak langsung kepada masyarakat, terutama kelompok miskin.
Terkait fokus riset, Darwis menyebutkan ada tiga bidang utama: pertama, solusi ekonomi sirkular untuk meningkatkan keberlanjutan dan produktivitas budidaya serta pengolahan rumput laut; kedua, implementasi Emisi Net Zero di fasilitas kesehatan pesisir; dan ketiga, mitigasi krisis iklim dan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Direktur Program Indonesia PAIR di Makassar, Hasnawati Saleh, menilai kehadiran PAIR penting untuk menciptakan dampak lokal. Ia menegaskan kesejahteraan masyarakat adalah aspek utama, dan riset ini menjadi wadah mitra strategis untuk menghasilkan solusi serta rekomendasi kebijakan yang konkret.
“Prinsip utama PAIR adalah riset berbasis tempat. Saat ini ada 6 provinsi dan 24 mitra terlibat yang berasal dari gabungan 19 universitas dengan 95 peneliti lintas disiplin ilmu,” jelas Hasnawati.
Kepala Bapperida Sulbar, Junda Maulana, menyatakan bahwa kunjungan PAIR sudah direncanakan sejak tahun lalu. “Mereka fokus pada riset dan kolaborasi guna mewujudkan sains yang berdampak pada pembangunan daerah. Karena ada tugas lain yang mendesak, saya menugaskan Sekretaris Bapperida untuk menerima rombongan dan berdiskusi terkait tema riset,” kata Junda.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Ketua LPPM Universitas Hasanuddin Prof. Suharman Hamzah, Ketua LPPM Unsulbar Muhammad Nasir Badu, Peneliti Unsulbar Dr. Nur Indah Sari Arbit, Kabid PPEPD Hasanuddin, Kabid Ifwil Arjanto, serta sejumlah pejabat fungsional di lingkungan Bapperida. (*/Rigo Pramana)
