Inspektur Daerah Sulbar Tegaskan Nilai BerAKHLAK dalam Latsar CPNS Pasangkayu
Mamuju, TOKATA.id — Inspektur Daerah Provinsi Sulawesi Barat, M. Natsir, menjadi narasumber dalam Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Pasangkayu, Selasa (21/10). Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Pasangkayu dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) Sulawesi Barat.
Pelatihan yang berlangsung di Pusdiklat Kalukku itu menerapkan metode blended learning, menggabungkan pembelajaran daring dan tatap muka, sebagai tindak lanjut visi-misi Gubernur Sulbar Suhardi Duka bersama Wakil Gubernur Salim S Mengga.
Dalam materinya berjudul “Core Values dan Employer Branding ASN”, M. Natsir menggarisbawahi urgensi penerapan nilai dasar ASN yang berprinsip BerAKHLAK: Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Nilai-nilai ini menjadi fondasi karakter ASN yang profesional, integritas tinggi, dan berfokus pada kualitas pelayanan publik.
“ASN bukan sekadar pelaksana kebijakan, melainkan wajah pemerintah di mata masyarakat. Oleh karena itu, penerapan nilai BerAKHLAK wajib menjadi panduan dalam setiap tindakan dan pelayanan ASN,” tegas Natsir.
Ia juga menegaskan peran ASN sebagai duta positif yang memperkuat citra dan kepercayaan publik terhadap birokrasi pemerintah. “Integritas dan profesionalisme ASN menjadi kunci menghadirkan pelayanan publik yang bersih dan efektif,” tambahnya.
Di akhir sesi, Inspektur Daerah memberi motivasi kepada seluruh peserta agar menjaga semangat belajar dan integritas sebagai abdi negara. “Menjadi ASN adalah amanah besar. Jadilah ASN yang tidak hanya mampu secara intelektual dan keterampilan, namun juga memiliki karakter berintegritas. Lakukan pengabdian dengan hati, layani masyarakat dengan tulus, dan jadikan BerAKHLAK sebagai kompas moral,” pungkasnya.
Pelatihan ini diikuti oleh CPNS dari berbagai perangkat daerah di Pasangkayu dan mendapat antusiasme tinggi. Diharapkan, kegiatan ini mampu menanamkan semangat pengabdian dan profesionalisme yang mendukung tata kelola pemerintahan bersih, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik. (*/Rigo Pramana)
