BREAKING NEWS

Mayjen (Purn) Salim Mengga Mulai Kampanye Perdana di Pasangkayu, Tekankan Peningkatan Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi

 


Pasangkayu – Calon Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Mayjen (Purn) Salim Mengga mengawali kampanye perdananya di Dusun Lanta, Desa Sarude, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu. Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting partai koalisi, seperti Ishaq, Arham Bustaman, dan Hajrul Malik, serta diikuti oleh ratusan warga dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Edianto, seorang tokoh pemuda Pasangkayu, mengungkapkan harapannya agar Sulawesi Barat mampu mengejar ketertinggalan di bawah kepemimpinan pasangan Suhardi Duka dan Salim Mengga (SDK-JSM). Ia optimis bahwa pasangan ini akan membawa perubahan signifikan bagi Sulbar.

"Kami ingin Sulbar maju di bawah SDK-JSM. Insya Allah, mereka akan menang dan membawa kemajuan," ujar Edianto penuh keyakinan.

Senada dengan itu, Arham Bustaman dari Partai NasDem yang juga bertindak sebagai Koordinator Pemenangan SDK-JSM di wilayah Bambarasa (Bambaira, Bambalamotu, Sarjo) menegaskan keyakinannya terhadap kapasitas dan integritas pasangan ini. Menurutnya, bersatunya dua tokoh besar seperti Suhardi Duka dan Salim Mengga adalah kesempatan besar bagi masyarakat Sulbar untuk meraih perubahan yang lebih baik.

"Jika ingin perubahan nyata, pilih SDK-JSM nomor urut 3. Mereka adalah pilihan terbaik untuk Sulbar," kata Arham yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Pasangkayu.

Dalam pidato kampanyenya, Salim Mengga menekankan pentingnya pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Barat. Ia berjanji bahwa tidak akan ada lagi anak-anak yang putus sekolah karena masalah biaya. Salim Mengga bersama Suhardi Duka berkomitmen untuk memberikan 1.000 beasiswa setiap tahunnya, serta memfasilitasi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

"Kami ingin memastikan bahwa tidak ada lagi anak-anak Sulbar yang putus sekolah. Potensi sumber daya manusia kita harus dimaksimalkan," tegas Salim Mengga.

Selain pendidikan, Salim juga menyoroti sejumlah isu penting seperti kemiskinan ekstrem, stunting, dan pengembangan sektor ekonomi serta pertanian. Ia berjanji akan membuka lebih banyak peluang investasi di Sulbar dengan memastikan tenaga kerja lokal diberdayakan. Jika tenaga kerja lokal belum memiliki keterampilan yang memadai, pihaknya berkomitmen untuk memberikan pelatihan yang sesuai.

Beberapa warga yang hadir juga menyampaikan langsung permasalahan yang dihadapi daerah mereka. Salah satunya adalah masalah abrasi pantai yang telah merusak area pemakaman, seperti yang disampaikan oleh seorang warga bernama Ijas. Menanggapi hal ini, Salim Mengga berjanji akan mengawal penyelesaian masalah tersebut jika terpilih.

"Selama itu untuk kepentingan umum, kami akan segera menindaklanjuti," ujar Salim Mengga.

Keluhan lain datang dari Mustamin, seorang petani setempat, yang merasa bahwa bantuan pemerintah selama ini belum sesuai dengan kebutuhan petani. Menurutnya, metode pertanian yang digunakan masih tradisional, dan bimbingan teknis untuk para petani sangat minim.

Salim Mengga menegaskan bahwa ke depan, bantuan yang diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat, terutama petani dan nelayan. Pelatihan dan bimbingan teknis akan menjadi prioritas guna meningkatkan kesejahteraan mereka.

"Insya Allah, jika kami terpilih, kebutuhan masyarakat akan menjadi fokus utama kami," tutupnya.

Kampanye perdana ini menjadi bukti nyata komitmen Mayjen (Purn) Salim Mengga dan Suhardi Duka untuk membawa perubahan positif di Sulawesi Barat. Dengan fokus pada pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan perhatian khusus terhadap sektor pertanian dan nelayan, pasangan ini yakin dapat menggerakkan Sulawesi Barat menuju masa depan yang lebih baik. Dukungan dari masyarakat dan partai koalisi semakin memperkuat peluang kemenangan SDK-JSM dalam Pilkada Sulbar 2024.

(Red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar