Deteksi Dini Karhutla, BPBD Sulbar Pantau Sebaran Titik Panas melalui Pusdalops
Mamuju, TOKATA.id – Mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan, Tim I Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat memantau sebaran titik panas (hotspot) melalui kanal pelaporan dan situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Selasa (13/10/2026).
Pemantauan berlangsung di Ruang Command Center Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Sulbar. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan dan deteksi dini terhadap potensi karhutla di wilayah Sulawesi Barat.
Informasi titik panas yang dihimpun dari kanal pelaporan dan situs BMKG menjadi salah satu sumber data awal untuk mengidentifikasi wilayah yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Melalui pemantauan berkala, indikasi sebaran titik panas dapat dipetakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah antisipasi.
Sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, serta koordinasi Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, BPBD Sulbar terus memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Optimalisasi fungsi Pusdalops menjadi salah satu upaya untuk memastikan informasi kebencanaan dapat dihimpun, diolah, dan disebarluaskan secara cepat serta terkoordinasi.
Dalam kegiatan tersebut, Tim I Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan melakukan pemantauan informasi secara berkala, mengumpulkan data, serta memetakan indikasi persebaran titik panas. Apabila ditemukan informasi yang memerlukan penelusuran lebih lanjut, koordinasi dengan unsur terkait dilakukan untuk mendukung verifikasi di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan bahwa pemanfaatan sistem informasi dan teknologi dalam pemantauan titik panas merupakan bagian penting dari kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla.
Menurutnya, informasi yang diperoleh tidak cukup hanya dipantau, tetapi juga perlu dianalisis dan ditindaklanjuti melalui koordinasi serta pengecekan lapangan. Dengan demikian, langkah antisipasi dapat dilakukan secara tepat berdasarkan kondisi dan kebutuhan di wilayah yang terindikasi terdampak.
Keberadaan Command Center Pusdalops BPBD Sulbar diharapkan semakin mempercepat alur penyampaian informasi sekaligus memperkuat koordinasi antara BPBD provinsi, BPBD kabupaten, dan instansi terkait.
Di tengah ancaman karhutla yang membutuhkan kewaspadaan berkelanjutan, kecepatan membaca informasi menjadi bagian penting dari upaya pencegahan. Sebab, dalam penanggulangan bencana, deteksi dini dan koordinasi yang tepat merupakan langkah awal untuk mengurangi risiko serta melindungi masyarakat dan lingkungan.
(*/Rigo Pramana)
