BREAKING NEWS

Mandar Culture Festival Dibuka, Budaya Lokal Melaju ke Kancah Nasional



Mamuju, TOKATA.id — Mandar Culture Festival resmi dibuka di Sport Center, Kabupaten Polewali Mandar, Selasa, 19 Mei 2026. Pembukaan itu ditandai kehadiran perwakilan Kementerian Pariwisata RI, Joko Suharbowo, didampingi Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sulawesi Barat, Bau Akram Dai.

Festival ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat promosi budaya dan pariwisata Sulawesi Barat di tingkat nasional. Penyelenggaraan sejalan dengan program Gubernur Suhardi Duka untuk mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal demi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Secara resmi pembukaan dilakukan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Ince Rachmad. Turut hadir Wakil Bupati Majene, Wakil Bupati Mamuju Tengah, Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Polewali Mandar, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dari jajaran Dispoparekraf Sulbar, hadir Kepala Bidang Industri, Investasi dan Pemasaran Pariwisata Abdi Yansya Hajrah, beserta pejabat fungsional dan staf.

Kepala Dispoparekraf Sulbar, Bau Akram Dai, menyambut baik perhatian Kementerian Pariwisata terhadap Mandar Culture Festival, yang telah terdaftar dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026. Menurutnya, pengakuan itu membuka peluang besar untuk memperkenalkan kekayaan budaya Mandar kepada khalayak luas.

“Mandar Culture Festival adalah kebanggaan Sulawesi Barat. Masuknya festival ini dalam KEN 2026 mempertegas daya tarik budaya Mandar di kancah nasional,” kata Bau Akram.

Ia menambahkan keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan festival. Selain berfungsi sebagai ruang pelestarian dan hiburan, festival memberi kesempatan bagi UMKM, komunitas seni-budaya, dan pelaku ekonomi kreatif untuk berpartisipasi dan merasakan manfaat ekonomi langsung.

“Kami gembira masyarakat dilibatkan. UMKM dan komunitas seni diberi ruang untuk tampil dan berkembang sehingga dampak ekonomi terlihat nyata,” ujarnya.

Antusiasme pengunjung dan peserta tampak sepanjang acara, menandakan dukungan kuat untuk pelestarian budaya Mandar dan pengembangan pariwisata daerah melalui event berkala berskala nasional. (*/Rigo Pramana)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar