Amujib: RAD-PD Bukan Laci, Tapi Peta Jalan Keadilan Difabel Sulbar
Mamuju, TOKATA.id – Kepala Bapperida Sulawesi Barat, Drs. Amujib, M.M., menegaskan tekad provinsi mencetak "Tanah Malaqbi" yang inklusif, nyaman bagi semua warga tanpa diskriminasi fisik atau sosial. Pernyataan itu disampaikannya membuka Koordinasi Tim Penyusun Rencana Aksi Daerah Penyandang Disabilitas (RAD-PD) 2025-2029 di Ruang RPJMD Kantor Bapperida Sulbar, Selasa (28/4/2026).
Lebih dari rutinitas administratif, Amujib menjadikan RAD-PD sebagai peta jalan nyata: akses layanan publik, pendidikan-kesehatan bebas diskriminasi, hingga peluang kerja untuk kemandirian ekonomi difabel. "Pertemuan ini bukan sekadar administrasi. Kita ingin Sulawesi Barat jadi rumah aman, nyaman, dan setara bagi semua," tegasnya.
Ia menekankan literasi data akurat di tengah tekanan ekonomi global. "Jangan berangan tanpa rasionalitas. Perbanyak konfirmasi data, pahami keterbatasan Sulbar, agar RAD rasional dilaksanakan dan anti-diskriminatif," tambah Amujib, menolak dokumen teronggok di laci.
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida, Rahyati Rauf, menyebut penyusunan ini mandat Permen PPN/Kepala Bappenas Nomor 3/2021, yang mewajibkan gubernur mengoordinasikan hingga ditetapkan Pergub.
Rapat menyepakati langkah teknis:
Pengumpulan data oleh OPD terkait dalam satu minggu.
Verifikasi dan validasi untuk perbaiki draf.
Finalisasi bersama OPD, lalu ke Biro Hukum untuk Pergub.
Peserta mendorong OPD sediakan sarana difabel memadai sebelum peluncuran. Kolaborasi Bapperida, OPD, dan Yayasan GEMA Difabel Sulbar diharap pondasi kemanusiaan dan keadilan sosial. (*/Rigo Pramana)
