Mamuju Tengah Berseri, Ekonomi Tumbuh 3,98%, Kemiskinan Tertekan, Penghargaan Nasional Diraih
Mamuju Tengah, TOKATA.id – Seperti pohon aren yang kokoh menjulang di tanah subur Lalla Tassisara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju Tengah terus menorehkan capaian gemilang sepanjang 2025 hingga awal 2026. Reformasi birokrasi yang gigih, PAD menggeliat, dan pembangunan agropolitan menjadi pilar utama, mengantarkan daerah ini menuju kemajuan yang sejahtera dan lestari.
"Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. Arsal Aras dan Wabup Dr. Askary Anwar, Pemkab Mamuju Tengah catatkan lonjakan prestasi 2025-awal 2026: pertumbuhan ekonomi 3,98%, kemiskinan turun ke 7,22%, PAD naik 31% hingga Rp59,71 miliar, plus rentetan penghargaan nasional reformasi birokrasi dan inovasi."
Kepala Bapperida Dzulkifli Ramli kepada media ungkap, satu tahun pasangan Bupati Dr. Arsal Aras dan Wabup Dr. Askary Anwar telah ubah wajah makroekonomi daerah. "Pertumbuhan ekonomi Januari–September 2025 capai 3,98%. Kemiskinan tertekan dari 7,72% jadi 7,22%, sementara IPM naik dari 68,53 ke 69,17," ujarnya.
Pengangguran pun tembus rekor terendah Sulawesi Barat di 1,58%—jauh di bawah nasional 4,85% dan Sulbar 2,86%. Gini Ratio ketimpangan pendapatan anjlok dari 0,366 menjadi 0,244, meraih penghargaan nasional penurunan ketimpangan kesejahteraan 2025.
Di ranah tata kelola, nilai SAKIP melonjak dari CC ke B (63,28), ditambah penghargaan SAKIP dan Zona Integritas Februari 2026—prestasi pertama setelah 13 tahun berdiri. Penandatanganan perjanjian kinerja 26 Januari 2026 jadi bukti komitmen akuntabilitas. Pemkab juga juara Peringkat I Keterbukaan Informasi Publik Sulbar, plus predikat INOVATIF dengan Indeks Inovasi Daerah tertinggi 63,8.
Keuangan daerah kinclong: realisasi PAD Oktober 2025 Rp59,71 miliar, naik 31,06% year-on-year, kuatkan kemandirian fiskal di tengah anggaran terbatas.
Visi RPJMD 2025–2029 (Perda No. 2/2025) arahkan Mamuju Tengah jadi agropolitan maju. Tahun 2026, prioritas pelayanan dasar—pendidikan, kesehatan, PUPR—plus produktivitas pertanian. Proyek jalan Topoyo–Karossa digeber untuk konektivitas dan distribusi hasil tani. Inflasi yang sempat 6,94% dikendalikan via distribusi pangan pro-rakyat.
"Capaian ini jadi angin segar bagi pembangunan Bumi Lalla Tassisara," pungkas Dzulkifli.
Catatan Keberhasilan Utama:
Gerakan Mengembalikan Anak Tidak Sekolah (ATS) via beasiswa KUAT dan TAKI SOLA.
54 Koperasi Desa Merah Putih perkuat ekonomi desa.
Makan Bergizi Gratis untuk 27.000 penerima manfaat.
Akselerasi hilirisasi pertanian dan industri pengolahan.
Dengan fondasi reformasi kuat, kemandirian fiskal, dan infrastruktur tangguh, Mamuju Tengah tegaskan janji inklusif: daerah agropolitan maju, sejahtera, berkelanjutan. (*/Rigo Pramana)
