Sosial Media
0
News
    Home Tidak Ada Kategori

    Sulbar Genjot Forum Ketahanan Pangan, Benteng Terakhir dari Badai Iklim

    5 min read

     


    "Di tengah ancaman perubahan iklim yang mengguncang produksi pangan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menggeber pembentukan Forum Ketahanan Pangan Daerah. Inisiatif strategis ini digaungkan Plt Kepala Bapperida Sulbar Hasanuddin dalam rakorsing Jumat (9/1/2026), sejalan visi Gubernur Suhardi Duka untuk lindungi petani dari krisis harga dan bencana."

    Mamuju, TOKATA.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengambil langkah tegas membentuk Forum Ketahanan Pangan Daerah, sebagai benteng strategis kemandirian pangan di wilayah rawan iklim ekstrem.

    Rencana krusial ini mencuat dalam pertemuan koordinasi intensif di Kantor Bappeda Sulbar, Jumat (9/1/2026). Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sulbar, Hasanuddin—didampingi Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Arjanto—menyambut kunjungan Plt Kepala Dinas Pangan Sulbar, Adnan. Diskusi ini selaras dengan prioritas Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga untuk kuatkan sektor pangan daerah.

    “Koordinasi ini wajib kokohkan kemandirian pangan Sulbar, lindungi masyarakat dari krisis akibat iklim tak menentu. Forum jadi wadah integrasi kebijakan, sejahterakan petani, dan stabilkan harga pangan—sesuai visi Pak Gubernur dan Wagub,” tegas Hasanuddin usai pertemuan.

    Adnan menambahkan, inisiatif ini tindak lanjut Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Bapperida akan jadi koordinator utama hadapi tantangan kewilayahan: tak sekadar produksi, tapi mitigasi iklim, bencana, dan sistem data pangan yang rapuh. “Forum ini ruang lintas sektor jawab risiko nyata—jangan sampai Sulbar terpuruk seperti daerah lain,” sindirnya kritis.

    Langkah lanjut: rencana dilaporkan ke Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar, Junda Maulana, Senin (12/1/2026), untuk arahan final. Inisiatif ini jadi ujian serius bagi Sulbar bangun ketahanan pangan yang tak tergoyahkan, di saat cuaca ganas mengancam panen petani. (*/Rigo Pramana)

    Komentar
    Additional JS