Alur Kas PASTIPADU Dipertajam: Sulbar Genjot Penurunan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem
"Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sulawesi Barat menggelar rapat koordinasi Jumat (9/1/2026) untuk menetapkan alur kas Program Penanggulangan Kemiskinan dan Penanganan Stunting Terpadu (PASTIPADU) 2026, menargetkan penurunan signifikan kemiskinan ekstrem serta prevalensi stunting melalui sinergi OPD, swasta, dan Baznas di enam kabupaten."
Mamuju, TOKATA.id – Di tengah tuntutan Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat menggelar rapat koordinasi tegas untuk menetapkan alur kas Program Penanggulangan Kemiskinan dan Penanganan Stunting Terpadu (PASTIPADU) 2026. Langkah strategis ini melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu, bertempat di Ruang RPJMD Kantor Bapperida Sulbar, Jumat (9/1/2026).
Rapat itu menjadi benteng pertama melawan hambatan administratif yang kerap menghantui program sosial. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bapperida Sulbar, Hasanuddin, menekankan bahwa alur kas yang presisi adalah kunci utama agar bantuan tepat waktu, tepat sasaran, dan bebas penundaan. "Sinergi kuat antar-OPD dan mitra strategis akan memangkas kemiskinan ekstrem serta stunting secara nyata, mewujudkan visi Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga," tegasnya.
Namun, Hasanuddin tak menutupi kritik implisit "Rapat ini krusial agar semua perangkat daerah siap administratif dan finansial. Bayangkan jika pelaksanaan terhambat, bantuan bagi ribuan keluarga miskin dan anak stunting akan terlambat, merusak kepercayaan publik."
PASTIPADU menyasar desa-kelurahan rentan di enam kabupaten Sulawesi Barat melalui pendekatan lintas sektor. Selain intervensi pemerintah, program ini menggandeng mitra swasta seperti perhotelan dan perusahaan sawit, plus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk memperluas jaringan manfaat, dari pemenuhan gizi hingga pemberdayaan ekonomi keluarga miskin.
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Sulbar, Andi Almah Aliuddin, memaparkan jadwal ketat hasil kesepakatan: pelaksanaan bergulir mulai Maret hingga Agustus 2026. "Kejelasan alur kas ini harus jadi pondasi berkelanjutan, bukan sekadar formalitas," ujarnya, menambahkan nada kritis agar program tak terjebak birokrasi lama.
Dengan demikian, PASTIPADU diharapkan mengalir deras seperti air sungai yang membersihkan luka kemiskinan dan stunting, menjadikan Sulawesi Barat lebih tangguh. Namun, keberhasilan bergantung pada eksekusi lapangan yang tak kenal kompromi. (*/Rigo Pramana)
