Jagung Polri Serentak: Ladang Emas bagi Petani Sulbar yang Terabaikan
"Di bawah arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Polri panen jagung serentak nasional capai 11.912 ton dari 1.191 hektare lahan, libatkan 3.616 petani. Sulbar ikut daring dari Polda, harap jadi pemicu ekonomi petani di 3.000 ha potensi lahan jagung—sinergi lintas sektor yang krusial di tengah fluktuasi harga pangan."
Mamuju, TOKATA.id – Seperti petani yang menggenggam biji emas di telapak tangan retak, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menuai hasil nyata dari komitmennya pada ketahanan pangan. Panen Raya Jagung Serentak Nasional digeber Kamis (8/1/2026) di perkebunan Kampung Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamaran Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, sambil disiarkan daring ke seluruh negeri.
Acara pusat itu libatkan 527 Kelompok Tani (Poktan) dan 3.616 petani dari berbagai daerah, sapu lahan 1.191 hektare dengan produksi jagung estimasi 4.765–11.912 ton. Langkah tegas ini perkuat sinergi Polri dengan sektor pertanian, tantang birokrasi lamban yang sering biarkan petani tercekik harga dan cuaca ekstrem.
Dipimpin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bareng Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi, hadir Menteri Pertanian, Dirut Bulog, pejabat Mabes Polri, hingga Kapolda Metro Jaya. Secara daring, ribuan Kapolda, Kapolres, dan Forkopimda ikut tanam tangan virtual dari daerah masing-masing.
Sulbar Ikut Daring, Potensi 3.000 Ha Jagung Terancam Terabaikan
Di Sulawesi Barat, panen raya disaksikan daring dari Joglo Balanipa Polda Sulbar. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Sulbar diwakili Kepala Bidang Tanaman Pangan Titiek Anas. "Program ini tak boleh sekadar seremoni; harus dorong produksi nasional sekaligus untung ekonomi petani lokal," tegasnya.
Kepala Dinas TPHP Sulbar Hamdani Hamdi applaus inisiatif Polri sebagai strategi cerdas gandeng peningkatan jagung nasional. "Ini selaras visi Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Salim S. Mengga: Sulbar Maju Sejahtera via pertanian unggulan," katanya terpisah.
Hamdani soroti potensi lahan jagung Sulbar 3.000 hektare, seperti dicantumkan Pergub Sulbar Nomor 17/2024 soal Masterplan Kawasan Pertanian Berbasis Korporasi Petani 2023–2028. Namun, kritis ia tambahkan: sinergi ini harus benahi hilirisasi lemah dan produktivitas rendah akibat minim modal petani. "Libatkan Polri, pusat, daerah, dan petani langsung—pertanian Sulbar bisa terintegrasi, bukan lagi ladang potensi yang terbiar."
Panen raya ini jadi panggilan tegas: wujudkan kemandirian pangan nasional, sambil pacu visi Sulbar berkelanjutan. Tak ada lagi alasan birokrasi jadi penghalang—petani tunggu aksi lanjut. (*/Rigo Pramana)
