Sosial Media
0
News
    Home Bappenda Sulbar Mamuju Polda Sulbar Samsat Sulbar

    Dengan Ngopi Strategis: Bapenda Sulbar Rakit Sinergi PAD di Tengah Badai Ekonomi

    9 min read

     


    "Di tengah secangkir kopi panas The House Coffee, Kepala Bapenda Sulbar Abdul Wahab Hasan Sulur menggiring elite Samsat provinsi untuk benahi layanan publik dan genggam PAD lebih erat. Forum santai "Ngopi Bareng" Kamis (8/1/2026) ungkap rencana tajam: integrasi digital, Samsat keliling, hingga tekanan pajak sawit—semua demi fiskal mandiri Sulbar yang kian terjepit."


    Mamuju, TOKATA.id – Kopi hitam mengepul, obrolan mengalir deras: begitulah gambaran forum "Ngopi Bareng: Strategi & Sinergi Pelayanan Publik dan Pendapatan Daerah" yang dipicu Kepala Bapenda Sulawesi Barat (Sulbar) Abdul Wahab Hasan Sulur. Bertempat di The House Coffee Mamuju, Kamis (8/1/2026), pertemuan lintas sektor ini hadirkan Dirlantas Polda Sulbar Kombes Pol Nurhadi Ismanto, Kasie STNK Iptu Hafim Rasyidin, Plt. Kepala Bidang Pendapatan Daerah Bapenda Gaffar, Kepala UPTD Pajak Mamuju Jufrizal Palimbuan, KTU UPTD Pelayanan Pajak Mamuju Erick Fritz Grenius, serta perwakilan PT Jasa Raharja Sulbar Rusmin.

    Abdul Wahab tak main-main. "Sinergi antarlembaga adalah prasyarat mutlak untuk Samsat yang efektif, transparan, dan adil," tegasnya, mata menatap tajam para pembina Samsat. Forum ini konsolidasikan Bapenda, Ditlantas Polda, Jasa Raharja, dan UPTD pajak se-Sulbar—targetnya pelayanan modern yang inklusif, dorong kemandirian fiskal di tengah PAD Sulbar yang masih angker di angka rendah.

    Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bukan sekadar pungut pajak rutin, tapi jihad pembangunan. Diskusi kritis soroti keselarasan kebijakan: tanpa kolaborasi kepemimpinan, inovasi hanya mimpi. "Pelayanan prima lahir dari irama yang selaras. Sinergi kuat jaga kepercayaan publik dan tingkatkan kepatuhan wajib pajak," tambah Abdul Wahab, nada tegasnya menusuk seperti pisau bedah celah birokrasi.

    Digitalisasi dan Pemerataan: Langkah Nyata Lawan Akses Sulit
    Pembahasan memuncak di percepatan Surat Keputusan Gubernur soal indeks Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB)—senjata strategis stabilkan penerimaan sambil tunggu Permendagri nasional. Transformasi digital jadi sorotan: integrasi Aplikasi SIGNAL Samsat dengan SIMOTO Bapenda diharap akui data akurat, efisienkan layanan, dan mudahkan masyarakat.

    Belum lagi Samsat Keliling dan layanan jemput bola—benteng keberpihihan ke pelosok Sulbar yang aksesnya terbatas. "Ini bukan gimmick, tapi instrumen pemerataan nyata," desak peserta, kritis terhadap disparitas layanan urban-rural yang selama ini jadi bom waktu fiskal.

    Pajak Sawit dan Diskon: Kebijakan Fiskal yang Berimbang atau Kompromi?
    Forum tak luput dari isu panas: Pajak Air Permukaan (PAP) perusahaan sawit Sulbar mesti bayar penuh sesuai Pergub terbaru. Wacana diskon pajak pun mengemuka, tapi dalam bingkai berimbang—optimalisasi penerimaan versus iklim kepatuhan berkelanjutan. Kritisnya, tanpa pengawasan ketat, kebijakan ini rawan jadi celah korupsi di sektor sawit yang dominan ekonomi Sulbar.

    Secara keseluruhan, "Ngopi Bareng" ini jadi cermin komitmen era Gubernur Suhardi Duka-Wakil Salim S. Mengga: tata kelola akuntabel, pelayanan dasar berkualitas. Namun, tantangan implementasi tetap mengintai—apakah kopi ini cukup panas untuk nyalakan mesin fiskal Sulbar. (*/Rigo Pramana)

    Komentar
    Additional JS