Sosial Media
0
News
    Home Bapperida Sulbar Kinerja Mutasi Pimpinan Sapi Mamuju Sulbar Ternak

    Hasanuddin Didapuk Mengampu Bapperida Sulbar, Fokus RKPD 2027 dan Ternak PAD, Sinergi OPD Jadi Ujian Nyata

    13 min read

     


    "Mutasi kilat di Bapperida Sulbar menempatkan Hasanuddin sebagai Plt Kepala, tepat saat ia menekan Dinas TPHP agar programnya tak sekadar rutinitas, melainkan senjata ampuh lawan inflasi, kemiskinan, dan stunting, dengan potensi PAD ratusan juta dari ternak, asal sinergi lintas OPD tak lagi jadi wacana kosong."


    Mamuju, TOKATA.id – Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka resmi menunjuk Hasanuddin sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulbar, efektif 5 Januari 2026. Penunjukan ini datang setelah Hasanuddin sebelumnya menakhodai Bidang Perencanaan, Pengendalian, Evaluasi, dan Pembangunan Daerah (PPEPD) di lembaga yang sama.

    Serah terima jabatan berlangsung intim di Ruang Rapat RPJMD Bapperida, Senin (5/1/2026). Plt sebelumnya, Muhammad Darwis Damir, menyerahkan aset barang milik daerah (BMD) dan laporan keuangan kepada penerusnya. Dalam sambutan perpisahannya, Darwis meninggalkan pesan puitis: "Karya tak bisa dipindah, yang dibawa hanyalah kenangan suka duka. Jabatan berganti, silaturahmi jangan putus."

    Hasanuddin, yang mengaku terkejut dengan amanah baru, langsung tegas menjanjikan komitmen solid. "Ini tanggung jawab besar. Kami mohon dukungan semua pihak untuk kolaborasi," ujarnya. Ia mengumumkan pula Muhammad Faried Fadal sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bidang PPEPD, menjaga roda organisasi tetap berputar.

    Agenda Strategis 2026: Dari RKPD hingga Verifikasi DPA

    Tak membuang waktu, Hasanuddin garis bawahi prioritas Bapperida tahun ini, ibarat fondasi kokoh bagi sungai pembangunan yang harus mengalir deras tanpa hambatan:

    • Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 tepat waktu dan patuh aturan.

    • Sinkronisasi program prioritas Gubernur lintas OPD.

    • Verifikasi ketat sebelum pengesahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), agar setiap rupiah beri manfaat nyata bagi rakyat.

    "Penguatan data akurat dan terintegrasi jadi kunci utama," tegasnya, menyinggung kerapnya kegagalan perencanaan karena data ngawur—masalah kronis di daerah yang kini wajib diatasi jika Sulbar ingin capai visi Maju dan Sejahtera.

    Penajaman Program TPHP: Ujian Awal Sinergi Lintas Sektor

    Hari yang sama, Hasanuddin langsung turun lapangan mengikuti Rapat Pemaparan Program Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) di Aula Oryza Sativa. Di sini, ia menusuk tajam: semua program TPHP harus selaras dengan lima misi Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Salim S. Mengga, khususnya pengendalian inflasi, penurunan kemiskinan-stunting, serta dorong pertumbuhan PDRB dan Nilai Tukar Petani (NTP).

    "Program TPHP harus beri dampak langsung," tegas Hasanuddin. Sorotan khusus jatuh pada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pembibitan Peternakan. Dengan pengelolaan efektif dan kolaborasi, ternak kambing-sapi berpotensi hasilkan PAD ratusan juta per tahun, manfaatkan permintaan pasar lokal hingga ekspor.

    Tenaga Ahli Gubernur ikut menekan transformasi TPHP dari pelaksana teknis jadi "orkestrator ekosistem pertanian". Kunci sukses: integrasi data, penguatan SDM, orientasi pasar, dan sinergi OPD—langkah krusial agar sektor pertanian tak lagi mandek, tapi jadi penggerak ekonomi inklusif.

    Tantangan Kritis Dari Janji ke Bukti Nyata

    Pergantian ini tandai babak baru Bapperida, tapi ujian sebenarnya ada di eksekusi. Apakah verifikasi DPA benar-benar cegah pemborosan? Bisakah UPTD ternak capai PAD ratusan juta, atau sekadar harapan? Sinergi lintas OPD, yang kerap jadi jargon, kini harus jadi nyata agar RPJMD 2025-2029 tak terhambat. Bapperida punya agenda jelas; tinggal bukti di lapangan. (*/Rigo Pramana)

    Komentar
    Additional JS