Sosial Media
0
News
    Home Dinas Sosial P3A Layanan Digital Mamuju Sulbar

    Digitalisasi Pemerintahan Sulbar: Penambahan Akses Poin Jadi Senjata Utama Efisiensi

    5 min read

     


    "Seperti menganyam urat nadi yang kokoh di tengah derasnya arus digital, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sulawesi Barat menggelar penambahan access point internet pada Senin (12/1/2026), langkah tegas guna mematahkan jebakan konektivitas lemah yang kerap menghambat pelayanan publik."


    Mamuju, TOKATA.id - Langkah konkret ini menargetkan stabilitas dan jangkauan sinyal internet di seluruh ruang kerja kantor dinas, mengatasi keluhan klasik petugas administrasi yang bergulat dengan jaringan putus-putus. Digitalisasi layanan publik kini tak lagi sekadar jargon; ia menjadi kebutuhan mendesak di era di mana masyarakat menuntut respons cepat, dari pengajuan bantuan sosial hingga verifikasi data desa secara real-time.

    Upaya penguatan infrastruktur ini selaras dengan visi Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, yang menjadikan tata kelola berbasis teknologi sebagai pilar utama pemerintahan efektif. Kritik tajam muncul dari praktisi: tanpa fondasi jaringan prima, ambisi Sulbar mengejar ketertinggalan digital dengan provinsi tetangga hanya akan jadi ilusi.

    Pelaksana Tugas Kepala Dinsos P3A dan PMD Sulbar, Darmawati, menegaskan urgensi langkah ini. “Penambahan access point memastikan layanan digital optimal—cepat, efisien, dan adaptif. Manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, dari ibu rumah tangga mengakses bantuan anak hingga kepala desa mengelola data pemberdayaan,” tegasnya saat ditemui TOKATA.id.

    Darmawati menambahkan, peningkatan akan berlanjut bertahap, mengikuti irama perkembangan teknologi. Namun, tantangan tetap: anggaran terbatas dan medan geografis Sulbar yang berbukit menuntut inovasi lebih radikal agar transformasi digital tak terhenti di gerbang kantor.

    Dengan jaringan baru ini, dinas berharap kinerja pelayanan melonjak maksimal, mewujudkan pemerintahan modern yang responsif—bukan lagi birokrasi lamban, melainkan mitra masyarakat di ujung jari. (*/Rigo Pramana)

    Komentar
    Additional JS