Sosial Media
0
News
    Home Tidak Ada Kategori

    BBTPH Sulbar Percepat Produksi Benih Jagung, Target BD Siap Distribusi Februari

    6 min read

     


    " Seperti petani yang tak kenal lelah menyirami bibit harapan, UPTD Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) Sulawesi Barat panen calon benih jagung komposit varietas Lamuru dan Bisma, menapaki swasembada jagung di bawah komando Gubernur Suhardi Duka. Produksi 5 ton jagung pakan di lahan IKB Batupanga kini jadi sumber PAD, tapi petani kritis: kapan benih dasar ini benar-benar sampai ke sawah mereka"


    Polewali Mandar, TOKATA.id – UPTD Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Sulawesi Barat tengah menggelar perbanyakan calon benih jagung komposit serta produksi jagung pakan. Upaya ini langsung mendukung agenda swasembada beras dan jagung Provinsi Sulawesi Barat di era Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga.

    Kepala UPTD BBTPH Sulawesi Barat, Nasaruddin, mengungkapkan, Jumat (9/1/2026), bahwa timnya memaksimalkan lahan Instalasi Kebun Benih (IKB) untuk tingkatkan produksi. "Kami bersama super tim bekerja keras agar benih jagung komposit dan jagung pakan melimpah," tegasnya.

    Lebih lanjut, Kepala Dinas TPHP Sulawesi Barat, Hamdani Hamdi, merinci panen calon benih jagung komposit varietas Lamuru dan Bisma dilakukan di IKB Minake, Kabupaten Mamasa, serta Balai Benih Hortikultura (BBH) Rea Timur, Polewali Mandar. Program ini dimulai sejak Oktober 2025, kini memasuki tahap pemeliharaan, penjemuran, dan penyortiran pascapanen.

    "Jika uji laboratorium lancar, akhir Februari 2026 kami siap produksi Benih Dasar (BD) jagung komposit untuk didistribusikan ke petani," ujar Hamdani optimis. Namun, tantangan distribusi tetap jadi sorotan kritis: benih ini harus tepat sasaran agar swasembada bukan sekadar slogan.

    Tak berhenti di situ, BBTPH juga menyulap lahan IKB Batupanga, Kecamatan Luyo, Polewali Mandar, menjadi lumbung jagung pakan dengan hasil 5 ton. Produksi ini langsung dimonetisasi sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) lewat retribusi jasa usaha, model cerdas yang patut ditiru daerah lain demi kemandirian petani. (*/Rigo Pramana)

    Komentar
    Additional JS