TNI Tak Hanya Senjata, tapi Mesin Pembangunan; Komitmen Gubernur Sulbar
"Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) tegaskan TNI bukan sekadar penjaga perbatasan, melainkan pilar pembangunan nasional, saat memimpin ucapan selamat Hari Juang TNI AD ke-80 di Lapangan Ahmad Kirang, Senin (15/12). Ia janjikan lahan hibah hingga ratusan hektare untuk batalyon baru, sambil soroti peran TNI dalam ketahanan pangan dan program strategis pemerintah."
Mamuju, TOKATA.id – Di bawah langit Mamuju yang cerah, Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) hadir penuh wibawa dalam Peringatan Hari Juang TNI Angkatan Darat (AD) ke-80 di Lapangan Ahmad Kirang, Senin (15/12). Upacara megah itu dipimpin Pangdam XXIII/Palakawira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, dihadiri Danrem 142/Tatag Brigjen TNI Hartono, Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Deni Gunawan, Sekda Provsul Suhardi Junda Maulana, perwakilan Pemprov Sulteng, bupati-wali kota se-Sulbar dan Sulteng, anggota DPRD berbagai level, serta Forkopimda Sulbar.
SDK membuka sambutannya dengan ucapan selamat yang tulus, menyebut momen ini sebagai kebanggaan kolektif. "TNI lahir dari rakyat, mengabdi untuk rakyat," tegasnya, menekankan evolusi peran TNI yang kini melampaui fungsi pertahanan semata.
"Indonesia patut bangga pada TNI. Selain jaga kedaulatan, mereka mesin pembangunan dan sosial kemasyarakatan. Tanpa TNI, bangsa ini takkan diperhitungkan di mata dunia," ujar SDK dengan nada mantap, sorot matanya menusuk seperti pedang yang terasah.
Apresiasi khusus dilimpahkan pada Pangdam Sianipar atas rekrutmen putra daerah Sulbar. "Saya harap generasi muda kita semakin banyak bergabung," harapnya, menjanjikan peningkatan kuota ke depan.
Komitmen nyata datang lewat hibah lahan. "Provinsi telah siapkan 50 hektare di Pasangkayu untuk batalyon baru. Insyaallah, Januari nanti tambah 50 hektare di Mamuju, plus alokasi di Mamasa, Polewali Mandar, Majene, dan Mamuju Tengah," ungkap SDK, langkah strategis yang kian mengukuhkan TNI sebagai mitra utama pembangunan daerah.
Tak lupa, SDK ucapkan terima kasih atas andil TNI dalam ketahanan pangan Sulbar—dari program cetak sawah hingga pendampingan petani yang tingkatkan produktivitas. "TNI seperti benteng hijau di ladang padi," gambarkannya. Dukungan ini juga meresap hingga desa, sukseskan program nasional seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih.
Di tengah tantangan ekonomi daerah, peran TNI ini kian krusial—bukti bahwa sinergi militer-sipil adalah kunci kemajuan Sulbar yang mandiri. (*/Rigo Pramana)
