Gubernur SDK Tantang IPMAPUS: Hidupkan Organisasi, Jangan Jadikan Alat Pribadi
"Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) menyerukan pelajar dan mahasiswa Pitu Ulunna Salu (PUS) untuk menghidupkan organisasi sebagai wadah pengabdian, bukan alat kepentingan pribadi, saat menghadiri pelantikan pengurus dirangkai milad ke-17 Ikatan Pelajar dan Mahasiswa PUS (IPMAPUS) Sulbar, Minggu (14/12). Di tengah keterbatasan kewenangan daerah, ia tekankan persatuan etnis PUS sebagai kunci tangkap peluang pembangunan."
Mamuju, TOKATA.id – Di bawah gemuruh tepuk tangan hadirin di aula pelantikan, Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) menyampaikan sambutan penuh kebanggaan, seolah menyentuh denyut nadi leluhur Pitu Ulunna Salu (PUS). "Darah saya juga ada PUS-nya," ujarnya tegas, mengagumi karakter masyarakat yang sejak era songkok leluhur selalu menjunjung religiusitas, etika, dan semangat ilmu setinggi langit, meski ngego di asrama atau menumpang.
SDK mengkritik tajam mentalitas "pagi lain, sore lain" yang meracuni integritas. "Orang PUS memegang kata-katanya. Kalau bilang iya, maka iya. Pegang itu kalau ingin sukses," tegasnya, seakan menusuk birokrat oportunis yang gagal karena menjadikan organisasi sebagai tangga pribadi. "Yang banyak gagal sekarang adalah orang-orang yang tidak menghidupkan organisasinya, tapi menjadikan organisasi sebagai alat. Kalau dihidupkan, dia akan dikenang dengan baik," tambahnya, nada suaranya menusuk kenyataan pahit.
Semangat pendidikan PUS pun diapresiasi habis-habisan. "Tidak harus di asrama, menumpang pun jadi," katanya, merujuk tokoh seperti Gubernur pertama Sulbar Anwar Adnan Saleh dari Aralle, hingga mantan Kanwil Dikbud Sulsel. Keterbatasan, baginya, hanyalah ujian yang mengasah ketangguhan generasi muda IPMAPUS untuk meraih puncak prestasi.
Konteks pembangunan daerah tak luput dari sorotan kritis SDK. Meski kewenangan provinsi terkikis kebijakan pusat, ia tekankan strategi jejaring. "Kita seperti kehilangan sebagian kewenangan, tapi bukan berarti berhenti. Kita tetap berupaya menangkap peluang-peluang yang ada melalui jejaring dan kolaborasi," jelasnya, mengajak IPMAPUS jaga persatuan solid PUS di Sulbar sebagai pondasi kemajuan.
Pesan penutupnya seperti amanah leluhur: "Jaga terus persatuan itu, dukung pemerintah, dan bekerja sama agar peluang pembangunan bisa kita tangkap dengan sebaik-baiknya." Ajakan ini bukan sekadar retorika, melainkan panggilan tegas untuk aksi nyata di tengah tantangan daerah tertinggal. (*/Rigo Pramana)
