Sosial Media
0
News
    Home Gubernur Sulbar Mamuju OPD Rapat Evaluasi Sekda Sulbar Sulbar Wagub Sulbar

    Sulbar Tumbuh 5,83%: Gubernur Suhardi Duka Ungkap Pencapaian dan PR IPM Rendah

    6 min read

     


    "Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat (Sulbar) tembus 5,83 persen pada triwulan III 2025, menempatkannya di lima besar nasional, meski Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masih merangkak di 71,16—jauh di bawah rata-rata Indonesia 75,9. Gubernur Suhardi Duka, didampingi Wagub Salim S. Mengga, tegas optimistis target kemiskinan 10,42 persen dan pengangguran 2,51 persen bakal tercapai, saat memimpin rapat pimpinan OPD diikuti pejabat eselon II dan III, Jumat (19/12/2025)."


    Mamuju, TOKATA.id – Seperti kapal yang berlayar kencang di tengah ombak ekonomi nasional, Sulawesi Barat catat pertumbuhan 5,83 persen pada triwulan III 2025, bersarang di lima besar provinsi Indonesia. Angka itu selaras proyeksi Bank Indonesia (4,6-5,6 persen), ungkap Gubernur Suhardi Duka dalam rapat pimpinan OPD yang dipandu Sekprov Junda Maulana, Jumat (19/12/2025). "Target triwulan IV harus lebih tinggi," tegasnya, menargetkan stabilitas untuk pecah rekor.

    Namun, di balik euforia itu, tantangan mengintai. Tingkat kemiskinan nyaris tembus target 10,42 persen (realisasi 10,41 persen), sementara pengangguran masih di 2,81 persen—di atas sasaran 2,51 persen. Angkatan kerja Sulbar capai 778.380 jiwa dengan partisipasi 71,40 persen, tapi IPM stagnan di 71,16. "Majene unggul 73,25, Mamuju 71,86, hingga Mamasa terbawah 66,68. Kita harus kejar ketertinggalan ini," kritik Suhardi, menekankan urgensi peningkatan kualitas SDM.

    Lewat Program Panca Daya Satu, Pemprov tanam benih kemakmuran rakyat: 1.870 bibit kambing, 120.770 batang durian, 1.204.760 benih kakao, 200.000 bibit kopi, 47.290 botol pupuk organik, plus bantuan UMKM ke 329 kelompok. Panca Daya Dua lindungi yang rentan: UHC 100 persen untuk 43.335 jiwa, asuransi 14.000 nelayan, padat karya serap 2.136 pekerja, rehabilitasi 8 rumah bencana, listrik hemat 171 rumah tangga, dan bantuan tunai 3.482 keluarga miskin ekstrem.

    Pendidikan diguyur Panca Daya Tiga: 17 paket meubel SMA, 750 paket perlengkapan siswa, operasional boarding school SMAN 3 Majene Rp511 juta dan SMK Rea Rp230 juta, 9 paket meubel SMK, 4 paket peralatan praktik, peningkatan 46 guru, serta beasiswa 1.055 siswa SMA/SMK/SLB, 537 mahasiswa, dan 286 ASN.

    Infrastruktur jadi tulang punggung Panca Daya Empat: irigasi tiga daerah, penataan 10 gedung, jalan rekonstruksi 20,71 km dan baru 7,109 km, dua jembatan baru, plus Labuang Rano, Ahu (Tapalang Barat), dan tanggul Tapandullu (Mamuju). Tujuh truk sampah ke Mamuju, Majene, Polewali Mandar; air bersih 55 titik, drainase 28 paket, beton rehabilitasi 14 paket.

    Panca Daya Lima kuatkan tata kelola: OPD ramping dari 35 jadi 29, seleksi pimpinan tinggi terbuka untuk 12 jabatan, retreat kolaborasi daerah pertama di Indonesia Timur, profiling 455 ASN, TPP adil, dan Sulbar bebas blank spot di 90 titik. "Pemerintahan harus ramping, transparan, dan kolaboratif," pungkas Suhardi. (*/Rigo Pramana)

    Komentar
    Additional JS