Dari Evakuasi Darurat hingga Evidence-Based Practice: Inovasi RSUD Sulbar Hadapi Risiko Klinis.
"RSUD Provinsi Sulawesi Barat menggelar simulasi Code Green antisipasi gempa bumi pada 19 Desember 2025 dan journal reading pencegahan ulkus tekan sehari sebelumnya, guna tingkatkan kesiapsiagaan SDM dan mutu pelayanan berbasis bukti, sejalan visi Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Salim S. Mengga."
Mamuju, TOKATA.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengukuhkan komitmennya membangun SDM unggul melalui dua kegiatan strategis: simulasi Code Green menghadapi gempa bumi pada Jumat (19/12/2025) dan journal reading pencegahan ulkus tekan pada Kamis (18/12/2025). Langkah tegas ini mendukung Panca Daya ke-3 Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Salim S. Mengga (SDK-JSM), yakni mencetak tenaga kesehatan disiplin, tanggap, dan bertanggung jawab.
Simulasi Code Green, dipimpin Kepala Sub Bagian Kepegawaian Soleman Manggeng, dimulai dengan apel siaga. Ia menekankan kewaspadaan, kepatuhan prosedur, serta peran petugas. Melibatkan manajemen, tenaga kesehatan, keamanan, dan unit penunjang, latihan ini mengasah respons cepat, koordinasi tim, pelaporan kejadian, serta evakuasi tertib ke titik kumpul di depan Masjid RSUD Sulbar.
Direktur RSUD Sulbar, dr. Musadri Amir Abdullah, mengapresiasi kegiatan tersebut. "Ini bagian komitmen menciptakan lingkungan aman, tingkatkan keselamatan dan cegah kecelakaan kerja untuk pelayanan profesional," ujarnya. Ia menambahkan, simulasi sejalan Panca Daya ke-3, memastikan perlindungan optimal bagi pasien, keluarga, pengunjung, dan petugas.
Sementara itu, journal reading Tim Malaqbi 5 di ruang pertemuan lantai 5 RSUD Sulbar fokus pada jurnal “Efektivitas dan Keamanan Aplikasi Topikal Minyak Zaitun untuk Mencegah Ulkus Tekan”. Nurdania Syahrir memaparkan latar belakang hingga rekomendasi, menyoroti potensi minyak zaitun menjaga integritas kulit berkat sifat antioksidan dan anti-inflamasi.
Diskusi interaktif melibatkan perawat lintas unit. PJ PONEK tanyakan cakupan pencegahan versus terapi; PJ ICU bandingkan dengan vaseline atau baby oil. Kesepakatan: penerapan butuh SOP, pertimbangan alergi, dan kajian komite. Tim Sub Bidang Mutu Keperawatan arahan teknik aplikasi aman, termasuk patch test.
Kepala Sub Bidang Mutu Keperawatan Firman Ghazali menutup acara mewakili direktur. "Kegiatan ini tambah wawasan klinis, perkuat kolaborasi, dan turunkan ulkus tekan untuk kualitas hidup pasien lebih baik," tegasnya. Ia harap journal reading berkelanjutan minimal tiga kali setahun di semua unit, dengan inovasi melalui protokol komite demi keselamatan pasien.
Kedua inisiatif ini perkuat tata kelola akuntabel dan pelayanan berkualitas, implementasi Program Pengembangan Profesional Berkelanjutan (PPB), serta budaya evidence-based practice di RSUD Sulbar. (*/Rigo Pramana)

