Sosial Media
0
News
    Home Mamuju Panca Daya PASTIPADU Program Stunting Sulbar TP PKKK

    Suhardi Duka Peringatkan Pengurus PKK, Tanpa Komunikasi Tajam, Pesan Hanya Angin Lewas

    7 min read

     



    "Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) menekankan kemampuan public speaking dan protokoleran sebagai senjata utama pengurus PKK untuk mewakili daerah di panggung nasional, saat membuka pelatihan peningkatan kapasitas di Hotel Matos Mamuju, Senin malam (22/12). Kegiatan ini, dirangkai sosialisasi Rakernas PKK, diikuti perwakilan enam kabupaten dan didukung Dinas PMD Sulbar."


    Mamuju, TOKATA.id – Di tengah gemuruh aspirasi pembangunan daerah, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sulawesi Barat menggandeng Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) menggelar pelatihan peningkatan kapasitas pengurus PKK tingkat provinsi. Acara di Hotel Matos Mamuju, Senin malam (22/12), dibuka resmi oleh Gubernur Suhardi Duka (SDK), dihadiri perwakilan pengurus dari enam kabupaten serta jajaran TP PKK provinsi.

    SDK tak hanya membuka, tapi menusuk tajam esensi pelatihan ini. "Sepintar apapun seseorang, kalau public speaking-nya payah, pesan takkan sampai," tegasnya. Ia menyoroti risiko pengurus PKK yang terjun ke politik atau organisasi: tanpa komunikasi efektif, kecerdasan hanya jadi bayang-bayang tak berwujud.

    Lebih jauh, gubernur mengriti protokoleran sebagai cerminan citra daerah. "PKK sering wakili Sulbar di nasional. Tata busana, rias, etika—semua harus pas konteks, jangan sampai malu-maluin," ujarnya. Apresiasinya mengalir ke Dinas PMD atas alokasi anggaran, sambil mendesak peserta serius karena narasumber profesional dari Jakarta siap mentas.

    Sementara itu, Ketua TP PKK Sulbar Harsinah Suhardi menjadikan pelatihan ini panggung strategis. Dirangkai sosialisasi hasil Rakernas PKK, kegiatan ini menyamakan persepsi, mengasah kompetensi, dan membara semangat pengurus. "Kami pastikan pemahaman seragam soal 10 Program Pokok PKK—efektif, berkelanjutan," katanya tegas.

    Harsinah menegaskan peran PKK sebagai jembatan pembangunan: gerak dari keluarga, sentuh langsung rakyat. Sinergi dengan pemerintah daerah jadi kunci, utamanya via Program PASTIPADU. Inisiatif ini percepat penanganan stunting, ketahanan pangan, kesehatan ibu-anak, hingga ekonomi keluarga—semua terpadu, tak tercerai-berai.

    "PKK harus jadi penggerak lintas sektor. Dengan kapasitas terasah, program kami yakin beri dampak nyata bagi kesejahteraan Sulbar," tutup Harsinah, suaranya bergema seperti janji tak tergoyahkan.

    Kegiatan ini kritis di saat Sulawesi Barat butuh kader PKK tangguh menghadapi tantangan pasca-pandemi dan dinamika ekonomi regional. (*/Rigo Pramana)

    Komentar
    Additional JS