Sosial Media
0
News
    Home Bapperida Sulbar BPS DPD RI Mamuju Pembangunan Daerah Sinergi Data Sinkronisasi Keuangan Sulbar

    Kunjungan DPD RI ke Bapperida, Bongkar Tantangan Ekonomi Sulbar yang Belum Inklusif

    11 min read




    "Anggota DPD RI Jupri Mahmud menekankan data valid sebagai "tulang punggung" pembangunan Sulawesi Barat saat kunjungan kerja ke Bapperida Sulbar, Selasa (16/12). Di tengah inflasi terkendali dan pertumbuhan potensial, tantangan kemiskinan tinggi dan SDM lemah jadi sorotan kritis, dengan target ambisius 8% ekonomi hingga 2030."


    Mamuju, TOKATA.id – Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI (DPD RI) perwakilan Sulawesi Barat, Jupri Mahmud, SE, menyerbu Kantor DPD RI di Mamuju untuk audiensi dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sulbar. Kunjungan kerja Komite IV DPD RI ini, Selasa (16/12), bukan sekadar seremoni—ia menjadi panggung tajam mengupas kondisi ekonomi-sosial Sulbar, memperkuat pengawasan legislatif nasional.

    Pertemuan itu dihadiri Plt Kepala Bapperida Muh. Darwis Damir beserta tim inti: Faried Fadal (Perencana Ahli Muda), Faried Bainta, M. Junaid, dan I Ketut Wibawa Bagianadi. Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar turut hadir sebagai mitra data strategis, menyajikan indikator makro yang menjadi cermin pembangunan daerah.

    Jupri Mahmud tegas membuka arahannya: data akurat adalah pondasi kebijakan. “Perencanaan pembangunan yang baik harus berbasis data valid. Dengan data kuat, pemerintah daerah bisa susun kebijakan tepat sasaran, benar-benar jawab kebutuhan rakyat,” tegasnya. Ia mendesak sinergi rapat antara pemda, BPS, dan stakeholder—sebuah seruan kritis di tengah data sering jadi korban manipulasi atau ketinggalan zaman.

    BPS merespons dengan paparan detil: inflasi Sulbar terkendali di rentang ideal, mendukung pertumbuhan ekonomi; Sulbar bahkan masuk tim pengendali inflasi terbaik di Sulawesi. Ketenagakerjaan dan kondisi sosial-ekonomi stabil, meski bayang kemiskinan masih mengintai. Sorotan ke depan: Sensus Ekonomi ke-5 tahun 2026, yang dijanjikan ungkap struktur ekonomi lebih dalam, identifikasi sektor unggulan untuk digali potensinya.

    Namun, Muh. Darwis Damir tak berkompromi soal tantangan. Ia bongkar luka terbuka: pertumbuhan ekonomi belum inklusif, tingkat kemiskinan tinggi, dan kualitas SDM di bawah rata-rata nasional. Semua kebijakan Bapperida kaitkan pada visi Gubernur Suhardi Duka dan Wagub Salim S. Mengga: “Sulbar Maju dan Sejahtera”. “Kami dorong perencanaan berbasis data dan evidensi. Ini fondasi agar program efektif, terukur, tepat sasaran,” ujarnya.

    Arah 2030 ambisius: pertumbuhan 8%, kemiskinan turun ke 5,8%, rasio gini 0,286. Strategi tegas meliputi:

    • Tingkatkan produktivitas pertanian.

    • Kuatkan investasi dan produk unggulan.

    • Bangun tata kelola bersih-akuntabel.

    • Perkuat ketahanan bencana.

    “Dengan data BPS dan kolaborasi lintas sektor, target Sulbar bisa capai secara bertahap, berkelanjutan,” optimis Darwis. Kunjungan ini harap jadi perekat sinergi DPD RI-pemda, wujudkan pembangunan data-driven yang adil, lahirkan kesejahteraan rakyat bukan janji kosong. (*/Rigo Pramana)

    Komentar
    Additional JS