Antisipasi Macet Puncak, Satu Jalur ke Pantai Manakarra, Pengendara Nakal Diamankan
![]() |
| Suasana malam pergantian tahun baru 2025 ke 2026 di Maleo Town Square, Mamuju. (dok.int) |
"Lonjakan arus lalu lintas hingga 70 persen di malam pergantian 2025-2026 memaksa Dishub Sulawesi Barat tutup sebagian ruas ke Pantai Manakarra dan terapkan satu jalur, sambil polisi amankan pengendara helm-absen dan knalpot racing demi cegah kemacetan parah."
Mamuju, TOKATA.id – Malam pergantian Tahun 2025 ke 2026 menyemarak Pantai Manakarra, tapi Dishub Provinsi Sulawesi Barat (Dishub Sulbar), Dishub Kabupaten Mamuju, dan Satlantas Polresta Mamuju harus keras berjaga: lonjakan lalu lintas 70 persen nyaris lumpuhkan akses utama.
Langkah tegas ini patuh arahan Gubernur Suhardi Duka, prioritas kelancaran dan keselamatan. Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Sulbar, Akbar Atjo, blak-blakan: "Pada puncak malam tahun baru, arus kendaraan membengkak 70 persen. Kami tutup satu ruas ke Manakarra dan paksa satu jalur dua arah," katanya, Rabu (31/12).
Kolaborasi lintas instansi jadi kunci. "Dishub Mamuju dan Satlantas Polresta Mamuju bantu redam kepadatan, cegah macet mengerikan," lanjut Akbar. Namun, realitas lapangan lebih galak: pengendara cuek aturan, helm dilepas, knalpot racing meraung liar.
"Beberapa langsung diamankan polisi karena tak pakai helm dan brong ilegal," tegas Akbar, sindir ketidakdisiplinan yang kian meresahkan. Kritik ini relevan; data Dishub catat, pelanggaran serupa kerap picu kecelakaan fatal di musim libur.
Akbar imbaui warga Mamuju bijak: prioritaskan rumah daripada hiruk-pikuk. "Kalau keluar, helm wajib. Ke Manakarra? Hindari mobil, parkir sudah sesak," tutupnya. Pengamanan ini uji coba efektivitas kebijakan—apakah disiplin warga ikut naik, atau tahun baru lain lagi jadi ladang pelanggaran. (*/Rigo Pramana)
