Sosial Media
0
News
    Home ASN Sekda Sulbar Gubernur Sulbar Mamuju PPPK PPPK Paruh Waktu Sulbar

    4.179 PPPK Sulbar Dikumpulkan Apel Besar: Dari Paruh Waktu ke ASN Penuh Waktu, Kapan Pasti?

    5 min read

     



    "Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka secara simbolis serahkan SK kepada 4.179 PPPK paruh waktu di apel megah Lapangan Kantor Gubernur, Senin (22/12). Ribuan pegawai ini—719 guru, 102 tenaga kesehatan, dan 3.358 tenaga teknis—menanti status ASN penuh, meski birokrasi panjang masih menghantui pengabdian mereka hingga 10 tahun."


    Mamuju, TOKATA.id – Di bawah terik matahari Lapangan Kantor Gubernur Sulawesi Barat, 4.179 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan. Penyerahan simbolis dilakukan Gubernur Suhardi Duka dalam apel besar-besaran, Senin (22/12), sebagai puncak validasi data ketat untuk memastikan hanya yang layak yang naik status.

    Komposisi penerima mencakup 719 guru, 102 tenaga kesehatan, dan 3.358 tenaga teknis—garda terdepan pelayanan publik yang selama ini bertahan di bayang paruh waktu. Pengumpulan massal ini, menurut Gubernur Duka, krusial untuk verifikasi langsung: "Siapa saja yang benar-benar terangkat, kami pastikan tanpa celah."

    Kritis terhadap lambatnya proses birokrasi, Duka memerintahkan para PPPK bekerja maksimal meski status sementara. "Tidak akan lama lagi, saudara menjadi ASN. Jadi, jaga amanah: guru ajarlah dengan hati, tenaga kesehatan layani pasien sepenuh jiwa, tenaga teknis kelola pembangunan dan pelayanan publik sebaik mungkin," tegasnya.

    Penyerahan SK ini bukan sekadar kertas basah, melainkan penghargaan atas pengabdian panjang, ada yang sudah 10 tahun mengabdi tanpa jaminan pasti. Status paruh waktu, pungkas Duka, hanyalah tangga menuju Aparatur Sipil Negara (ASN) penuh. "SK ini sudah masuk undang-undang sebagai ASN. Mereka bisa berbaju Korpri, bukti resmi jajaran pemerintah daerah," ujarnya mantap.

    Langkah ini kian mendekatkan PPPK Sulbar ke mimpi besar: stabilitas karier di tengah tekanan anggaran daerah yang ketat. Namun, pertanyaan kritis menggantung: kapan "tidak lama lagi" itu benar-benar tiba? (*/Rigo Pramana)

    Komentar
    Additional JS