BPBD Sulbar Perkuat Sistem Peringatan Dini Antisipasi Risiko Bencana Akhir Tahun
Mamuju, TOKATA.id — Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) secara konsisten mengintensifkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana. Selain mengandalkan pemantauan rutin prakiraan cuaca dari BMKG, Pusdalops juga tekun mengawasi dan memastikan kelayakan fungsi alat Early Warning System (EWS).
Langkah strategis ini dijalankan untuk memastikan seluruh sistem peringatan dini bekerja optimal, sebagai fondasi utama mitigasi dan pengurangan risiko bencana. Upaya ini sangat penting berhadapan dengan gelombang cuaca ekstrem yang kerap terjadi di penghujung tahun.
Hal ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, yang menegaskan urgensi kesiapsiagaan dan respons cepat seluruh perangkat daerah dalam merespons ancaman bencana.
Plt. Kalaksa BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan, “Pemantauan alat EWS adalah kunci untuk memastikan kesiapan dan ketahanan daerah menghadapi bencana. Kami tidak hanya mengandalkan informasi cuaca dari BMKG, tetapi juga memastikan peralatan peringatan dini berfungsi sempurna agar masyarakat mendapatkan peringatan tepat waktu terutama untuk ancaman seperti banjir dan longsor.”
Komitmen BPBD Sulbar untuk transparansi informasi dan sinergi dengan instansi terkait serta masyarakat terus diperkuat, demi meminimalisasi dampak bencana yang merugikan. (*/Rigo Pramana)
