Sosial Media
0
News
    Home BMKG BPBD Sulbar Mitigasi Bencana Siaga bencana

    Sulbar Waspadai Cuaca Ekstrem, BPBD Tingkatkan Kesiapsiagaan

    5 min read

     


    Mamuju, TOKATA.id — Menyusul perubahan kondisi cuaca yang semakin dinamis dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat dan angin kencang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Plt. Kepala Pelaksana BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menginstruksikan seluruh Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk siaga penuh dan memperkuat koordinasi serta pemantauan lapangan.

    Instruksi kesiapsiagaan ini merupakan respons terhadap laporan resmi dari BMKG Wilayah IV Makassar mengenai Peringatan Dini Cuaca dan Iklim Sulbar untuk periode Dasarian III Oktober 2025. BMKG menginformasikan bahwa indeks ENSO saat ini netral dan diperkirakan tetap netral hingga awal tahun 2026, sedangkan kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) cenderung negatif hingga Desember 2025, memicu potensi peningkatan curah hujan di wilayah Sulbar.

    Data BMKG menyebutkan bahwa hingga Dasarian II Oktober, sejumlah zona musim (ZOM) di Sulbar sudah memasuki musim hujan, terutama Kabupaten Pasangkayu dan sebagian wilayah Polewali Mandar, Majene, serta Mamasa. Untuk periode 21–23 Oktober, potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di sejumlah kabupaten, termasuk Polewali Mandar, Majene, Mamuju, Mamuju Tengah, Mamasa, dan Pasangkayu. Sementara itu, prakiraan untuk akhir Oktober menunjukkan potensi hujan yang menurun secara signifikan.

    Plt. Kalaksa BPBD Sulbar Muhammad Yasir Fattah menegaskan, "Kesiapsiagaan personel dan peralatan harus dipastikan agar respons terhadap bencana bisa cepat dan efektif." Ia juga menyampaikan bahwa koordinasi dengan BMKG dan BPBD kabupaten terus dilakukan agar langkah mitigasi tepat waktu dan terorganisir.

    Lebih lanjut, Yasir mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang, khususnya di daerah rawan seperti pegunungan, lereng, dan bantaran sungai. Hal ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka agar seluruh perangkat daerah memperkuat sinergi dalam menghadapi dinamika cuaca ekstrem demi melindungi masyarakat dari dampak bencana.

    Peringatan dini dari BMKG berupa kategori Siaga curah hujan tinggi di beberapa wilayah Sulbar harus menjadi dasar utama bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam melakukan mitigasi dan antisipasi. (*/Rigo Pramana)

    Komentar
    Additional JS