Bapperida Sulbar Perkuat Ketahanan Pangan dan Gizi Lewat RAD-PGBPSDL
Mamuju, TOKATA.id – Bapperida Sulawesi Barat ikut ambil peran dalam penguatan ketahanan pangan dan gizi nasional melalui partisipasi aktif pada Rapat Koordinasi Penyusunan dan Penerapan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal (RAD-PGBPSDL) secara virtual, Senin (20/10). Forum ini melibatkan jajaran strategis dari Kementerian PPN/Bappenas, Kemendagri, dan Badan Pangan Nasional.
Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Aksan, serta tim perencana fungsional mewakili Bapperida Sulbar dalam diskusi yang menekankan pentingnya integrasi kebijakan pangan dan gizi ke dalam dokumen perencanaan daerah secara operasional dan kontekstual.
“RAD-PGBPSDL menyatukan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) dan Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal (P3BPSDL), sebagai panduan strategis daerah dalam mengelola kebijakan pangan dan gizi yang sesuai potensi lokal dan adaptif terhadap perubahan iklim,” ujar Aksan.
Dokumen ini, menurut narasumber, tidak mengubah arah RPJMD, melainkan memperkuatnya dengan menurunkan kebijakan ke program dan kegiatan operasional yang lebih konkret. Selain itu, RAD-PGBPSDL berperan sebagai instrumen sinkronisasi dan advokasi lintas sektor, menajamkan program pangan dan gizi dalam RPJMD dan Renstra OPD serta menjadi acuan penyusunan RKPD dan Renja OPD.
Implementasi RAD-PGBPSDL sejalan dengan gerakan nasional dan berbagai rencana aksi guna membangun sistem pangan dan gizi yang tahan terhadap dampak perubahan iklim.
Partisipasi Bapperida Sulbar ini sejalan dengan komitmen Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang menitikberatkan pembangunan daerah berbasis potensi lokal sekaligus penguatan kualitas sumber daya manusia.
Kepala Bapperida Sulbar, Junda Maulana, menegaskan integrasi kebijakan dan pemanfaatan sumber daya lokal secara inovatif dan berkelanjutan merupakan pilar utama untuk mewujudkan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera. (*/Rigo Pramana)
