Sosial Media
0
News
    Home Gubernur Sulbar Inovasi Kakao Pesanteren Yamani Polman Sulbar Yamani Fest 2025

    Pondok Pesantren Syekh Hasan Yamani Didesak Kembangkan Produk Coklat Bernilai Tinggi

    9 min read

     


    Polman, TOKATA.id – Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK), mendorong Pondok Pesantren Syekh Hasan Yamani di Kabupaten Polewali Mandar untuk mengembangkan produk coklat olahan siap konsumsi. Inisiatif ini bertujuan menciptakan nilai tambah atas hasil kakao Sulbar yang selama ini hanya dijual dalam bentuk biji mentah.

    Pesan tersebut disampaikan SDK saat membuka Yamani Fest 2025 di Aula Gedung Gadis, Polman, Kamis (23/10).

    “Sulbar masih menghadapi kendala dalam mengolah produk lokal menjadi produk bernilai tinggi. Kakao contohnya, masih dijual sebagai biji mentah. Sudah saatnya kita menciptakan inovasi produk baru berbahan kakao,” tegas SDK.

    SDK mendukung penuh langkah Pimpinan Ponpes Syekh Hasan Yamani, Kiai H. Fakhri Tajuddin Mahdy, untuk tidak hanya fokus pada usaha roti dan bakery, tetapi lebih jauh dapat mengembangkan produk coklat khas pesantren.

    “Saya kira kita tidak hanya mendukung produk roti yang dikembangkan pesanteren ini, tapi juga kita dorong menciptakan produk baru berbahan coklat hasil produksi pesantren Hasan Yamani. Targetnya, produk kita bisa menyaingi merek besar seperti Silverqueen,” ujarnya dengan optimis.

    Lebih jauh, SDK menekankan bahwa coklat merupakan komoditas dengan nilai jual tinggi di pasar internasional.

    “Setiap wisatawan yang berkunjung ke Dubai pasti membeli coklat. Harga per kilogram bisa mencapai jutaan rupiah,” tambahnya.

    Pemerintah Provinsi Sulbar siap menyediakan dukungan berupa mesin pengolahan coklat yang dapat dikelola para santri. SDK bahkan menantang pesantren untuk mengembangkan peternakan kambing dan menjanjikan bantuan bibit sebagai bagian dari pengembangan ekonomi pesantren.

    Menanggapi tantangan tersebut, Pimpinan Ponpes Syekh Hasan Yamani, Kiai H. Fakhri Tajuddin Mahdy, menyambut baik dan berjanji melakukan kajian serta koordinasi dengan seluruh pengurus pesantren.

    “Kami akan menindaklanjuti arahan Bapak Gubernur dan merencanakan pengelolaan bantuan bibit kambing secara optimal untuk para wali santri dan ustadz,” ujarnya. (Rigo Pramana)

    Komentar
    Additional JS