Sosial Media
0
News
    Home Bisnis Media Bot AI IDC Jakarta

    AI Mengancam Eksistensi Media, Perlindungan Hukum Jadi Solusi Utama

    6 min read

     


    Jakarta, TOKATA.id – Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membawa dampak ganda bagi industri media: sekaligus ancaman serius dan peluang inovasi bisnis baru.

    Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Wahyu Dhyatmika, menyampaikan hal ini saat membuka Indonesia Digital Conference (IDC) 2025 bertema "Sovereign AI: Menuju Kemandirian Digital" di The Hub Epicentrum, Jakarta Selatan, Rabu (22/10). “AI mengancam eksistensi media,” tegas Wahyu.

    Berdasarkan riset AMSI, hampir 30 persen kunjungan pada situs media adalah dari crawler bot AI yang mengambil konten tanpa memberikan kompensasi. “Media harus mengeluarkan biaya redaksi dan server, tapi AI memanen konten secara gratis. Ini menurunkan nilai iklan dan mengancam kelangsungan media,” jelas Wahyu.

    Riset bersama Monash University mengungkapkan 75 persen inovasi konten berjalan di hulu industri, namun pengembangan produk jurnalisme seperti storytelling, feature, dan jurnalisme data masih minim.

    Ancaman lain muncul dari penurunan pendapatan iklan. Sekitar 80 persen pemasukan media bergantung pada iklan pemerintah. Ketika anggaran iklan pemerintah menyusut, pendapatan media ikut merosot.

    Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers, Dahlan Dahi, menyoroti fenomena ini sebagai potensi “kiamat” bagi media. “Berita diakses AI secara gratis sementara media harus membayar produksi berita. Akibatnya, nilai ekonomis berita menurun dan wartawan terancam tidak dibutuhkan,” kata Dahlan.

    Dahlan menegaskan solusi utama adalah memperkuat perlindungan hukum karya jurnalistik sebagai kekayaan intelektual di bawah undang-undang. “Selain itu, kreator konten yang memakai berita media gratis untuk monetisasi harus membayar media sebagai sumber konten,” tambahnya.

    Indonesia Digital Conference (IDC) 2025 berlangsung 22–23 Oktober dan menjadi ajang penting bagi penguatan kedaulatan digital media nasional menghadapi revolusi AI.

    Dukungan untuk acara ini datang dari berbagai perusahaan besar seperti Sinar Mas Land, Astra International, Djarum Foundation, Bank Negara Indonesia, Pertamina, Harita Nickel, Telkom Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Indofood, MIND ID, PLN, Merdeka Copper Gold, Bank Mandiri, Indosat, dan Bank Syariah Indonesia. (*/Rigo Pramana)

    Komentar
    Additional JS