Sosial Media
0
News
    Home Advertorial Daerah Ekonom Sulbar

    Sulbar Masuk 10 Daerah dengan Inflasi Tertinggi, Ini Penyebab dan Benang Merahnya

    4 min read

     


    Mamuju, TOKATA.id - Untuk pertama kalinya, Sulawesi Barat mencatatkan inflasi yang cukup tinggi, masuk dalam jajaran 10 daerah dengan inflasi tertinggi di Indonesia. Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, menyebut angka inflasi saat ini mencapai 3,5 persen, sebuah lonjakan signifikan mengingat Sulbar selama ini dikenal sebagai salah satu provinsi dengan inflasi terendah.


    “Baru kali ini inflasi Sulawesi Barat mencapai angka 3,5 persen, sehingga kami masuk dalam daftar 10 daerah dengan inflasi tertinggi di nasional,” kata Suhardi Duka pada Selasa (02/09).


    Menurut Gubernur, kenaikan inflasi ini tidak semata-mata negatif, melainkan juga menunjukkan adanya dinamika positif dalam perekonomian daerah yang mulai pulih dan meningkatnya daya beli masyarakat.


    “Inflasi ini menunjukkan ekonomi mulai bergerak dan daya beli masyarakat meningkat. Namun, ada beberapa komoditas yang memicu kenaikan harga, seperti bawang merah dan bawang putih,” jelasnya.


    Inflasi yang dipicu oleh naiknya harga bawang putih diakui Gubernur masih menjadi tantangan karena produksi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan pasar. "Bawang putih belum bisa diproduksi secara optimal di Sulbar, sehingga harga mudah berfluktuasi. Untuk komoditas lain, kami masih mampu mengendalikan harganya," tambah Suhardi Duka.


    Pemerintah Provinsi Sulbar berkomitmen terus menstabilkan harga bahan pokok dan mendorong produksi lokal agar ketergantungan pada pasokan dari luar daerah dan impor dapat ditekan, sehingga inflasi bisa dikendalikan secara lebih baik. (*/Rigo Pramana)




    •  SDK
    •  JSM
    •  Inflasi
    •  Pancadaya
    •  Ekonomi Bergerak
    •  Mamuju
    •  Sulbar
    Additional JS