Pra-PEKPPP, Sulbar Siapkan 27 OPP untuk Evaluasi Mandiri
Mamuju, TOKATA.id — Biro Organisasi Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik lewat penyelenggaraan Pra Evaluasi Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Mandiri, Jumat (26/06/2026). Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mengawal pemerintahan yang baik dan akuntabel, sejalan dengan misi Gubernur Suhardi Duka (SDK).
Rapat yang digelar secara daring dibuka oleh Kepala Bagian Tatalaksana dan Pelayanan Publik, Subuki. Dalam arahannya, Subuki menegaskan bahwa pelaksanaan PEKPPP bertujuan memenuhi arahan gubernur agar Sulbar menembus posisi lima besar dari 38 provinsi di Indonesia.
Target ambisius itu muncul setelah capaian tahun lalu—Sulbar menempati peringkat 30 dari 38 provinsi dengan skor 3,44 dan predikat B.
Subuki menyatakan evaluasi tahun ini lebih menantang karena bertambahnya lokus evaluasi. Setiap instansi yang masuk lokus diminta memenuhi kuota 30 persen dari seluruh Organisasi Penyelenggara Pelayanan (OPP) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulbar.
“Dengan waktu yang sangat terbatas, memenuhi kuota 30 persen dari keseluruhan OPP merupakan tantangan berat yang harus kita tuntaskan dengan baik,” ujar Subuki.
Pada tahap kedua pra-evaluasi ini, terdapat 27 OPP tambahan yang menjadi lokus penilaian. Untuk memastikan proses berjalan lancar, Subuki memberi instruksi tegas kepada seluruh pimpinan OPP yang masuk lokus evaluasi.
“Kami mengingatkan semua OPP yang dievaluasi untuk menyiapkan dokumen terkait Standar Pelayanan (SP), Maklumat Pelayanan (MP), dan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM); dokumen pendukung profesionalisme SDM; sarana-prasarana, termasuk fasilitas bagi kelompok rentan; Sistem Informasi Pelayanan Publik (SIPP); mekanisme konsultasi dan pengaduan; serta bukti inovasi pelayanan publik di setiap lokus. Selain itu, harap mengisi Aplikasi F 01 untuk mengunggah bukti dukung hasil evaluasi,” terang Subuki. (*/Rigo Pramana)
