BPS Beber Data, Sulbar Cetak Perbaikan Ketenagakerjaan, TPT Turun ke 2,93 Persen
Mamuju, TOKATA.id — Keberhasilan Provinsi Sulawesi Barat meraih penghargaan daerah terbaik untuk kategori penurunan tingkat pengangguran pada Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Sulawesi menarik perhatian Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Barat.
Penghargaan itu diserahkan kepada Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, pada acara yang digelar di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat, 29 Mei lalu. Selain piagam penghargaan, Pemprov Sulawesi Barat menerima insentif fiskal sebesar Rp3 miliar atas prestasi tersebut.
Kepala BPS Sulawesi Barat, Suri Handayani, mengatakan penghargaan diberikan berdasarkan penilaian terhadap upaya pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran. Menurutnya, salah satu langkah yang berkontribusi signifikan adalah program padat karya.
“Program padat karya menjadi instrumen penting untuk membuka kesempatan kerja, terutama bagi kelompok terdampak kondisi tertentu, misalnya nelayan saat menghadapi cuaca ekstrem,” ujar Suri, Selasa, 2 Juni 2026.
Suri menegaskan penurunan pengangguran tidak hanya diukur dari peningkatan pekerja sektor formal. Dalam metodologi ketenagakerjaan, pekerja sektor informal juga termasuk kategori penduduk bekerja.
“Jika membicarakan pengangguran, tidak cukup melihat satu angka. Dunia kerja terdiri dari sektor formal dan nonformal. Pekerja bebas, pelaku usaha mandiri, hingga UMKM tanpa pekerja tetap juga tercatat sebagai pekerja di sektor nonformal,” jelasnya.
Ia menambahkan struktur ketenagakerjaan di Indonesia, termasuk Sulawesi Barat, masih didominasi sektor informal sehingga kontribusi sektor ini terhadap penurunan pengangguran tidak bisa diabaikan.
Data BPS Sulawesi Barat menunjukkan kondisi ketenagakerjaan pada Februari 2026 bergerak ke arah positif. Jumlah penduduk bekerja mencapai 801,23 ribu orang, meningkat 36,61 ribu orang dibanding Februari 2025. Jumlah pengangguran turun menjadi 24,20 ribu orang, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 2,93 persen, lebih rendah dari 3,17 persen pada Februari 2025.
Dari total 1,12 juta penduduk usia kerja di Sulawesi Barat, sebanyak 825,43 ribu orang termasuk angkatan kerja, sementara 293,78 ribu orang tergolong bukan angkatan kerja. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik menjadi 73,75 persen pada Februari 2026, dari 71,81 persen setahun sebelumnya. TPAK laki-laki tercatat 86,29 persen dan perempuan 60,87 persen.
Dilihat dari lapangan usaha, sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar. Sektor perdagangan dan industri pengolahan juga menyumbang penyerapan tenaga kerja yang signifikan.
Meskipun pekerja informal masih mendominasi — 575,03 ribu orang atau 71,77 persen dari total pekerja — jumlah pekerja formal meningkat menjadi 226,20 ribu orang (28,23 persen), naik dari 215,40 ribu orang pada Februari 2025. BPS juga mencatat peningkatan kualitas pekerjaan: pekerja penuh (minimal 35 jam/minggu) mencapai 411,31 ribu orang atau 51,34 persen, sedangkan pekerja tidak penuh 389,92 ribu orang atau 48,66 persen.
Secara keseluruhan, perbaikan ketenagakerjaan di Sulawesi Barat pada Februari 2026 ditandai oleh bertambahnya jumlah penduduk yang bekerja, naiknya partisipasi angkatan kerja, turunnya angka pengangguran, serta peningkatan pekerja formal dan pekerja penuh. Perkembangan ini menjadi salah satu dasar penghargaan yang diterima Pemprov Sulawesi Barat di tingkat regional Sulawesi. (*/Rigo Pramana)
