Wabah Campak Mengintai Sulawesi Barat, Imunisasilah Kunci Penyelamat
Mamuju, TOKATA.id – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat turun menjadi narasumber dalam dialog interaktif Radio Republik Indonesia (RRI) Mamuju, Kamis (16/4/2026). Topik "Darurat Wabah Campak di Sulawesi Barat" menjadi panggung edukasi untuk membangkitkan kewaspadaan masyarakat menghadapi ancaman penyakit yang kian menggeliat.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, sejalan misi Gubernur Suhardi Duka, terus gencar tingkatkan derajat kesehatan merata melalui prioritas imunisasi dan surveilans ketat di seluruh kabupaten. Dialog ini hadirkan Muslimin (Ketua Tim Kerja Surveilans, Imunisasi, dan Haji) serta Emilda Yulinda (Epidemiolog Kesehatan Ahli Madya) dari DKPPKB Sulbar.
“Penguatan surveilans adalah kunci deteksi dini, ditambah percepatan imunisasi dan kesadaran masyarakat untuk memutus rantai bayang penularan campak,” tegas Muslimin.
Emilda menambahkan, peran warga menentukan kemenangan atas penyakit menular. “Kenali gejala awal campak dan segera akses layanan kesehatan. Respons cepat cegah lautan penyebaran,” ujarnya.
Di sisi lain, dr. Nursyamsi Rahim, Kepala DKPPKB Sulbar, menekankan imunisasi lengkap sebagai benteng utama anak. “Jangan tunda imunisasi; itu senjata paling ampuh lindungi generasi dari campak yang bisa dicegah,” imbauhnya.
Koordinasi lintas sektor kian diperkokoh untuk redam wabah. Masyarakat diminta proaktif laporkan kasus suspek ke fasilitas kesehatan terdekat, demi tekan laju penularan dan jaga kesehatan Sulawesi Barat berkelanjutan. (*/Rigo Pramana)
