Kongres Rakyat Balanipa, SDK Janji Dorong Kabupaten Baru dari Jejak Raja Manyambungi
Balanipa, TOKATA.id – Di bawah naungan masjid kuno Pondok Pesantren Modern Darul Mahfud, Desa Leko Padis, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, hembusan angin sejarah kembali menggoyangkan jiwa Mandar. Sabtu (4/4/2026), Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) menghadiri puncak Kongres Rakyat Balanipa Mandar I, menyatakan Balanipa sebagai "fakta negara" sejak abad ke-17 di bawah Raja I Manyambungi—jejak kemerdekaan yang kini diperjuangkan untuk kembali bangkit sebagai kabupaten baru.
"Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) hadir di Kongres Rakyat Balanipa Mandar I, menegaskan komitmen pemerintah provinsi mendukung pemekaran Kabupaten Balanipa dari tujuh kecamatan di Polewali Mandar (Polman). Acara di Pondok Pesantren Modern Darul Mahfud, Desa Leko Padis, Tinambung, Sabtu (4/4/2026), ditandai penandatanganan prasasti oleh SDK, Bupati Polman Samsul Mahmud, dan Ketua KAP Balanipa Mujirin M Yamin, dihadiri tokoh nasional hingga adat."
Kongres tiga hari ini, yang dimulai dengan kemah pemuda, dirangkai tokoh pejuang Sulbar seperti Anggota DPR RI Ajbar Abdul Kadir, Wakil Ketua DPRD Sulbar Suraidah Suhardi, Ketua KKMSB Pusat, Bupati Polman Samsul Mahmud, Ketua Komisi I DPRD Sulbar Syamsul Samad, serta perangkat adat Kerajaan Balanipa. Hadir pula Wakil Bupati Majene dan Mateng, Rektor Unasman, hingga tamu undangan lainnya.
"Sesungguhnya Balanipa adalah fakta: negara sebelum kemerdekaan, dipimpin Raja I Manyambungi. Perjuangan kita hari ini mengembalikan fakta itu," tegas SDK. Ia mengenang perjalanan panjang pemekaran daerah pasca-2013, termasuk pengalamannya memekarkan Mamuju Tengah saat menjabat di DPR RI Komisi II. "Kita berkumpul: pejabat, pengusaha, bahkan pengusaha-pejabat. Peluang di Jakarta akan dimanfaatkan. Gabungkan KAP Pembentukan Balanipa, Bupati sebagai pengusaha, dan dorongan Gubernur—pasti terwujud," lanjutnya.
SDK berjanji Pemprov Sulbar siap bantu: "Perbarui naskah akademik jika kadaluarsa, bawa ke provinsi, saya buat surat persetujuan Gubernur bersama DPRD."
Bupati Polman Samsul Mahmud menyebut kehadiran SDK sebagai "momen bersejarah" yang menandakan kelahiran Kabupaten Balanipa. "Pemekaran percepat pembangunan, seperti yang telah dilakukan Gubernur di Mamuju Tengah dan Pasangkayu. Mari berjuang bersama," ajaknya.
Ketua KAP Balanipa Mujirin M Yamin menambahkan, Balanipa—kerajaan Sendana yang kaya sejarah dan sumber daya—belum tergabung dalam peta kabupaten Mandar. "Alhamdulillah, respons positif dari Wakil Menteri hingga Gubernur. Bersatu kita wujudkan," ujarnya. Wilayah pemekaran mencakup Kecamatan Luyo, Campalagian, Balanipa, Tinambung, Alu, Limboro, dan Tutar.
Puncak acara ditutup penandatanganan prasasti komitmen, disaksikan ratusan masyarakat, menyemai harapan baru bagi tanah leluhur yang tak pernah pudar.
(*/Rigo Pramana)
.jpeg)