Gubernur Suhardi Duka: Pertanian dan Hukum Kunci Kesejahteraan Sulbar
Mamuju, TOKATA.id – Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka membuka Seminar dan Rapat Kerja Dewan Pengurus Daerah Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas (DPD IKAL) Sulbar di Ballroom Andi Depu, Kantor Gubernur, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan bertema penguatan kesejahteraan daerah melalui ekonomi pertanian dan penegakan hukum dalam birokrasi bersih serta melayani. Narasumber meliputi Staf Khusus Menteri Pertanian RI bidang percepatan produksi Muhammad Arsyad yang hadir langsung, serta praktisi hukum dan akademisi T. Banjar Nahor secara daring.
Usai acara, Suhardi menekankan dua isu krusial pembangunan daerah: pertanian sebagai pondasi kemajuan dan hukum sebagai pengawal kebijakan. “Pertanian jadi dasar kemajuan daerah kita. Penegakan hukum pastikan pembangunan tak melenceng,” ujarnya.
Ia memperingatkan agar pembangunan tak sekadar cepat, tapi taat hukum agar hindari masalah masa depan. “Jangan jor-joran bangun sambil abaikan hukum. Seminar ini pastikan kebijakan tetap di koridor benar,” tambahnya.
Suhardi juga soroti program peremajaan kakao yang prospektif. Pemerintah pusat targetkan 40 juta bibit nasional, tapi di Mamuju hanya serap 18 juta dari alokasi 23 juta bibit. Kendala utama: lahan kawasan hutan tak masuk Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL). “Bukan kurang lahan, tapi aturan batasi kawasan hutan,” jelasnya.
Meski demikian, ia optimistis kakao Sulbar bakal moncer dalam lima tahun ke depan.
(*/Rigo Pramana)
