Dari Evaluasi ke Aksi, Kominfo Sulbar Perkuat Layanan Komunikasi Berbasis SPBE
Mamuju, TOKATA.id – Dinas Komunikasi Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfo SS) Provinsi Sulawesi Barat membuka lembaran 2026 dengan rapat monitoring dan evaluasi (monev) triwulan pertama, digelar di kantornya, Senin (20/4/2026). Rapat internal Bidang Komunikasi dan Publikasi Media (KPM) ini menjadi cermin tajam untuk merefleksikan capaian sekaligus memetakan strategi triwulan berikutnya, dengan sorotan utama pada peningkatan layanan komunikasi publik yang gesit menangkap irama dinamika informasi.
Kepala Bidang KPM, Dian Afrianty, menekankan bahwa evaluasi bukan sekadar arsip, melainkan fondasi langkah konkret ke depan. "Sejumlah aspek jadi sorotan: optimalisasi SP4N-LAPOR, penguatan kolaborasi, hingga pengelolaan konten di berbagai kanal pemerintah," ungkapnya.
Rapat juga menyoroti urgensi monitoring isu publik untuk respons pemerintah yang presisi, serta pembenahan desain grafis dan kalender konten guna menjaga alur informasi yang konsisten bagi masyarakat. Tak ketinggalan, isu internal seperti keterbatasan SDM, disiplin personel, dan distribusi beban kerja dibedah serius, demi menjaga roda organisasi berputar optimal.
Evaluasi turut menilai kanal informasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai indikator Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), menegaskan komunikasi digital sebagai denyut nadi tata kelola modern.
Kepala Dinas Kominfo SS Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, mengapresiasi inisiatif KPM ini sebagai bagian kebijakan Gubernur Suhardi Duka yang menggarisbawahi pelayanan publik efektif dan transparan. "Bidang komunikasi publik berperan strategis membentuk citra pemerintah—bukan hanya menyampaikan berita, tapi mengedukasi masyarakat soal program prioritas daerah hingga pusat," tegasnya, sambil berharap hasil monev jadi modal perbaikan berkelanjutan. (*/Rigo Pramana)
