Sosial Media
0
News
    Home DPRD Mamuju Tengah Pemkab Mamuju Tengah

    Sumber Air Bersih Mamuju Tengah Ternoda, DPRD Mamuju Tengah Minta Penjelasan DLHK

    5 min read

     


    Mamuju Tengah, TOKATA.id – Dampak viral perubahan warna air Sungai Budong-Budong menjadi hitam pekat beberapa waktu lalu mendorong DPRD Mamuju Tengah bertindak cepat. Senin (9/3/2026), Ketua DPRD Nirmalasari Aras mengundang Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) dan perwakilan perusahaan perkebunan sawit setempat guna mendapatkan penjelasan teknis.

    "Jadi, kami ingin tahu temuan DLHK sebagai instansi teknis terkait kondisi air Sungai Budong-Budong," tegas Nirmalasari.

    "Viralnya perubahan warna air Sungai Budong-Budong menjadi hitam pekat memicu respons tegas DPRD Mamuju Tengah. Senin (9/3/2026), Ketua DPRD Nirmalasari Aras memanggil Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) dan perwakilan perusahaan pengolahan sawit yang dekat bantaran sungai untuk mengungkap musabab pencemaran yang mengancam sumber air baku masyarakat."

    Sungai ini bukan sekadar aliran biasa, ia menjadi urat nadi kehidupan bagi warga Mamuju Tengah. Dikelola oleh Instalasi Kota Kecamatan (IKK) di bawah UPTD Air Bersih, sungai tersebut memasok air baku untuk kebutuhan air bersih masyarakat. 

    "Kita semua bertanggung jawab menjaganya dari pencemaran berbahaya," tambahnya.

    Lebih dari itu, aliran Budong-Budong menyokong aktivitas harian warga dari irigasi hingga keperluan rumah tangga. 

    "Jika airnya tercemar zat aditif berbahaya, dampaknya langsung menyengat masyarakat yang bergantung padanya," ujar Nirmalasari, suaranya penuh keprihatinan.

    Dalam pertemuan, Nirmalasari mendesak DLHK menelusuri akar masalah. Pihak dinas menyatakan sedang menguji sampel air sungai. 

    "Masyarakat tak perlu resah, kami langsung responsif," pungkasnya, menenangkan sekaligus mengajak kewaspadaan bersama. (Rigo Pramana)

    Komentar
    Additional JS