Sosial Media
0
News
    Home Gubernur Sulbar

    Gubernur Sulbar Kenang Sukardy M. Noer; Ia Sosok Penyejuk Badai Politik

    3 min read

     


    Mamuju, TOKATA.id – Seperti angin sepoi yang meredam gejolak badai, almarhum H. Sukardy M. Noer selalu hadir di pusat situasi memanas, tak pernah membesarkan masalah. Demikian kenangan hangat Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) saat memimpin tahlilan, baca Yasin, doa bersama, dan buka puasa mengenang wafatnya rekannya itu di Aula Masjid Raya Suada, Mamuju, Senin (2/3/2026).

    “Bukan sekadar kolega, perjalanan kami panjang sejak masa kuliah,” ujar SDK. Mereka bertemu lagi sebagai aparatur sipil negara (ASN), lalu aktif di organisasi sayap partai politik di Makassar—SDK di SOKSI, Sukardy di Kosgoro. “Sering ketemu di sana, lalu kembali ke Mamuju. Ia jadi anggota DPRD Provinsi Sulbar, kami di bawah payung Partai Demokrat,” tambahnya.

    "Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) mengenang almarhum H. Sukardy M. Noer sebagai penyejuk badai politik, sosok yang selalu meredam konflik daripada membesar-besarkannya, dalam tahlilan dan doa bersama di Aula Masjid Raya Suada, Mamuju."

    Almarhum dikenang sebagai pejuang silaturahmi. Tak ada kegiatan sosial-keagamaan di Makassar yang luput dari kehadirannya, baik kematian, perkawinan, atau apa pun. “Peduli sekali beliau,” kenang SDK.

    Yang paling membekas adalah sikap politiknya: selalu di tengah, meredam konflik, bukan memicu. “Orang konflik, dia pasti ada di tengah. Tak ingin membesarkan, tapi meniadakan konflik,” papar SDK. Tak pernah pula terdengar Sukardy berselisih dengan siapa pun. “Ketekunan agamanya kuat. Saya doakan ia mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” tutupnya.

    Di tengah dinamika sosial-politik yang kerap membara, Sukardy memilih jadi teduh penyejuk, warisan yang abadi bagi yang ditinggalkan. (*/Rigo Pramana)

    Komentar
    Additional JS