Di Rakortebang, Sulbar Komitmen Perkuat Benteng Kesehatan 2027: Target PKG 55% dan RS Paripurna 80,5%
Mamuju, TOKATA.id - Forum yang dihadiri Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Ditjen Kesehatan dan Gizi Masyarakat Bappenas, Biro Perencanaan Kemenkes, serta jajaran dinas kesehatan, pangan, dan Bapperida Sulbar ini dipimpin pembahasan Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Sulbar, Andi Almah Aliuddin.
"Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berkomitmen kuat dukung Program Prioritas Nasional (PROSN) bidang kesehatan pada Rakor Teknis Perencanaan Pembangunan 2027 secara daring, targetkan cakupan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) 55% dan akreditasi rumah sakit paripurna 80,5%, sebagai benteng pertahanan sumber daya manusia unggul sejalan visi Gubernur Suhardi Duka."
Almah menjelaskan, pembahasan fokus penanganan stunting, PKG, JKN, pemberantasan TBC, serta pembangunan RS lengkap berkualitas di kabupaten. "Langkah ini penguatan SDM dalam agenda nasional, sejalan misi Gubernur Suhardi Duka ciptakan Sulbar Sehat dengan manusia unggul dan berkarakter," katanya.
Disepakati target PKG 2027 capai 55% nasional-daerah, sasaran semua usia—from bayi hingga lansia—untuk deteksi dini, pencegahan penyakit, dan kurangi beban biaya kesehatan jangka panjang.
"Selain itu, pemda targetkan 80,5% RS pemerintah terakreditasi paripurna tahun 2027," tambah Almah.
Pada pengendalian penyakit menular, Sulbar perkuat skrining TB, HIV, malaria, kusta, dan frambusia, plus tingkatkan kapasitas puskesmas sebagai garda terdepan.
Kepala Bapperida Sulbar, Amujib, tegaskan sinergi pusat-daerah kunci optimalisasi program. "Kami kawal integrasi PROSN ke RKPD daerah. Dengan kolaborasi kuat, target kesehatan tercapai maksimal," ujarnya.
Ia juga desak dukungan kabupaten perkuat layanan primer: kembangkan puskesmas, siapkan SDM kesehatan, dan fasilitas standar. "Pembahasan ini arahkan perencanaan kesehatan Sulbar 2027 terintegrasi nasional, tingkatkan layanan dan kesejahteraan rakyat," pungkas Amujib. (*/J Anjasmara)
