Sosial Media
0
News
    Home Biro Pemkesra Sulbar

    Sulbar Dorong ASN Berintegritas via MTQ KORPRI dan Dakwah Digital

    7 min read

     


    Makassar, TOKATA.id  Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menunjukkan komitmen kuat dalam pembinaan mental-spiritual aparatur sipil negara (ASN) melalui dua kegiatan strategis bertema keagamaan pada Sabtu (14/2/2026). Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Provsulbar, Murdanil, hadir mewakili Gubernur Suhardi Duka di Launching dan Sosialisasi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Nasional di Hotel The Rinra, Makassar. Sementara itu, di Mamuju, provinsi ini menggelar Workshop Tematik & Temu Da’i/Muballigh bertema “Transformasi Otoritas & Masa Depan Keagamaan”.

    Launching MTQ di Makassar, yang diselenggarakan Dewan Pengurus KORPRI Nasional bersama Pemprov Sulawesi Selatan, dihadiri perwakilan kementerian, pengurus KORPRI dari berbagai provinsi, dan instansi terkait seluruh Indonesia. Kegiatan ini menjadi langkah awal menyukseskan MTQ nasional 2026, dengan tujuan memperkuat karakter ASN yang berakhlak, profesional, dan berintegritas melalui syiar Al-Qur’an.

    Murdamil menegaskan, keikutsertaan Sulawesi Barat adalah dukungan nyata terhadap pembinaan ASN. “MTQ KORPRI bukan sekadar kompetisi, tapi momentum perkuat nilai religius dan integritas dalam pelayanan publik. Kami siap berpartisipasi aktif,” ujarnya. Ia menambahkan, Gubernur Suhardi Duka sangat memperhatikan penguatan SDM, termasuk mental-spiritual, untuk pembangunan berkelanjutan. “Kami optimistis ASN Sulbar bisa tunjukkan kualitas terbaik dan pererat ukhuwah antardaerah,” tambahnya.

    Sementara di Mamuju, workshop menindaklanjuti arahan gubernur dengan fokus respons dakwah era digital. Dihadiri da’i, pengurus masjid, aktivis dakwah, plus narasumber dari TNI, pakar hukum tata negara, broadcaster profesional, dan akademisi STAIN Majene, kegiatan ini dirancang sebagai forum konsolidasi ekosistem dakwah.

    Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Jaun, menyoroti perubahan perilaku generasi muda yang belajar agama dari konten viral media sosial. “Transformasi digital tak bisa ditolak, tapi harus direspons bijaksana. Da’i strategis sebagai penjaga harmoni dan perekat kebangsaan,” katanya. Ia menekankan dakwah progresif yang kontekstual, hadir di mimbar hingga medsos, tanpa kehilangan integritas pribadi.

    Murdamil menjelaskan workshop melibatkan pre-test, diskusi, dan post-test untuk petakan tantangan da’i. “Hasilnya jadi basis rekomendasi penguatan dakwah berkelanjutan. Narasi keagamaan harus penyejuk, bukan pemicu polarisasi,” tegasnya.

    Narasumber Prof. Muhammad Nasir dari STAIN Majene menambahkan, dakwah adalah misi peradaban yang jaga harmoni di tengah polarisasi digital. “Butuh standar keilmuan, sanad jelas, dan literasi digital. Konsistensi front stage-back stage jadi kunci kredibilitas da’i,” ungkapnya.

    Kedua kegiatan diharapkan lahirkan kafilah terbaik MTQ dan ekosistem dakwah kokoh di Sulawesi Barat, mendukung ASN profesional nan berakhlak mulia. (*/Rigo Pramana)

    Komentar
    Additional JS