Sosial Media
0
News
    Home Bonehau GMKI PT Passokorang Tambang

    PT Passokorang Ancaman Sungai Bonehau dan Rusak Jembatan, Aktivis GMKI Mamuju Minta Tambang Ditutup

    7 min read

     


    Mamuju, TOKATA.id Sungai Bonehau, yang dulu mengalir deras bagai nadi hijau bagi warga Mamuju, kini berubah wajah. Airnya yang bersih dan segar, sering dimanfaatkan langsung untuk mandi, mencuci, hingga irigasi sawah, terancam tercemar akibat aktivitas tambang batu pecah yang dikelola PT Passokorang.

    "Sungai Bonehau, nadi hijau yang dulu menyirami kehidupan warga Desa Ada' dan Hinua, kini tercekik lumpur tambang batu pecah PT Passokorang. Banjir bandang terkini merobek jembatan antardesa dan jalan vital, memicu kemarahan warga yang menuding aktivitas penggalan liar perusahaan itu sebagai biang kerok erosi masif."

    Penggalian kontinu di lereng bukit ini dikhawatirkan memicu erosi tanah masif, mempercepat aliran lumpur ke sungai, dan berujung bencana banjir bandang. Ironisnya, banjir terkini telah merobek infrastruktur vital warga di Desa Buttuada' dan Hinua, seperti jembatan penghubung antardesa yang ambruk dan jalan rusak parah. "Warga takut bencana lebih besar lagi; sungai ini adalah nyawa kami," keluh sejumlah penduduk setempat yang kini resah menatap musim hujan.

    Ratno Irawan, Badan Pengurus Cabang (BPC) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Mamuju, tak lagi sabar. "Aktivitas tambang batu pecah PT Passokorang harus segera dihentikan dan ditindaklanjuti agar masyarakat tidak resah," tegasnya kepada TOKATA.id. Ia menyoroti kelalaian pengawasan yang membiarkan penggalian liar ini menggusur keseimbangan alam.

    Warga setempat serempak mendesak Pemprov Sulawesi Barat mengambil langkah tegas. Mereka menarget Dinas Sumber Daya Mineral (SDM) dan Dinas Lingkungan Hidup untuk audit mendalam: evaluasi dampak lingkungan, restorasi sungai, dan sanksi bagi pelanggar. "Jika dibiarkan, Bonehau tak lagi bernyanyi, tapi menangis darah," ujar seorang warga sambil menunjuk puing jembatan yang tenggelam.

    Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Passokorang dan dinas terkait belum merespons panggilan TOKATA.id. Kasus ini kian kritis di tengah isu lingkungan nasional, di mana tambang ilegal kerap jadi biang kerok bencana serupa. (Rigo Pramana)

    Komentar
    Additional JS