Ketua DPRD Mamuju Tengah Bongkar Potensi Karossa, Dari Sawit Mentah ke Ribuan Lapangan Kerja
Mamuju Tengah, TOKATA.id – Di ujung utara Bumi Lalla Tassisara, Kecamatan Karossa membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan pertama. Hadir Ketua DPRD Mamuju Tengah Hj Nirmalasari Aras, yang menyampaikan sambutan penuh motivasi, sekaligus menggali problem mendasar untuk dimusyawarahkan.
"Musrenbang Kecamatan Karossa digelar hari pertama, dihadiri Ketua DPRD Hj Nirmalasari Aras yang memotivasi peserta sambil soroti potensi sawit 43.813 ha (kontribusi 25% PDRB), peternakan, perikanan, serta urgensi perbaikan 50 km jalan prioritas 2026 guna pacu ekonomi dan persatuan masyarakat."
Nirmalasari menyebut Karossa sebagai "permata potensial masa depan" dengan 15.000 jiwa (data 2023). Luas areal sawit mencapai 43.813 hektare pada 2020, menyumbang 25% Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kabupaten. Potensi lain melimpah: 3.944 ekor sapi, 5.680 ekor babi, serta perikanan tambak dan tangkap yang melimpah.
"Selain itu, Karossa punya potensi peternakan sapi 3.944 ekor, babi 5.680 ekor, ditambah perikanan tambak dan tangkap yang luar biasa. Ini menjadikannya permata sejati Mamuju Tengah," ujar Nirmalasari.
Ia membayangkan transformasi melalui hilirisasi minyak sawit mentah (CPO) hingga 30% pada 2026: komoditas mentah berubah jadi biodiesel dan oleokimia bernilai tinggi, ciptakan ribuan lapangan kerja bagi pemuda Karossa. Sektor pertanian-peternakan ditingkatkan via irigasi modern dan pakan berkualitas, sementara perikanan didorong ekspor lewat pengolahan hasil tangkap.
"Dengan penguatan SDM melalui pelatihan vokasi dan pendidikan inklusif, lahir generasi pejuang ekonomi tangguh, berdaya saing global, sambil jaga kelestarian lingkungan," tegasnya.
Tak lupa tantangan: infrastruktur jalan rusak ratusan kilometer akibat cuaca ekstrem, menghambat petani sawit, peternak, dan nelayan capai pasar. Di tanah multietnis Karossa, jalan merata bukan sekadar urat nadi ekonomi, melainkan perekat persatuan.
"Sebab itu, saya dorong Musrenbang prioritaskan perbaikan minimal 50 km jalan usaha pertanian tahun 2026, agar roda ekonomi berputar kencang dan harmoni masyarakat terjaga," pungkas Nirmalasari. (ADV/RP)
