Harta Karun LTJ Mamuju Siap Digali: Bersanding Blok Raksasa di Sumatera-Sulawesi
Jakarta, TOKATA.id – Seperti permata tersembunyi di perut bumi Nusantara, potensi logam tanah jarang (LTJ) di Blok Mamuju, Sulawesi Barat, resmi masuk daftar delapan wilayah prioritas yang akan dieksplorasi. Bersama blok-blok strategis di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi lainnya, penemuan ini diharapkan mengukuhkan posisi Indonesia sebagai raksasa mineral kritis dunia.
"Mamuju, Sulawesi Barat, kini menjadi salah satu dari delapan blok potensial logam tanah jarang (LTJ) yang segera dieksplorasi, membuka peluang besar bagi kedaulatan mineral kritis Indonesia untuk industri pertahanan dan teknologi tinggi."
Kepala Badan Industri Mineral (BIM) Brian Yuliarto mengungkapkan hal ini dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Selasa (10/02).
"Kami telah memetakan delapan blok potensial LTJ, termasuk Blok Mamuju yang serumpun dengan Blok Melawi, Boyan Hulu, dan Bombana. Proses pematangan rencana eksplorasi sedang berlangsung untuk segera diajukan ke Kementerian ESDM," ujarnya.
Rencana ini mencakup penentuan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) dan penunjukan perusahaan pelat merah sebagai pengelola. Tak hanya LTJ, blok-blok tersebut juga kaya tungsten, tantalum, dan antimon bahan vital industri pertahanan.
Untuk Blok Mamuju, BIM berencana menggandeng PT Timah Tbk (TINS) guna mengolah byproducts timah seperti monasit yang mengandung rare earth.
Berikut daftar delapan blok prioritas beserta luas wilayahnya:
Blok Batubesi (Bangka Belitung): 500 hektare
Blok Keposang (Bangka Belitung): 5.000 hektare
Blok Mamuju (Sulawesi Barat): 23.000 hektare
Blok Toboali (Bangka Belitung): 10.000 hektare
Blok Mentikus (Bangka Belitung): 200 hektare
Blok Melawi (Kalimantan Barat): 54.000 hektare
Blok Boyan Hulu (Kalimantan Barat): 8.492 hektare
Blok Bombana (Sulawesi Tenggara): 64.000 hektare
Langkah ini bukan sekadar eksplorasi, melainkan pintu gerbang menuju kemandirian energi dan pertahanan nasional, di mana Mamuju siap menjadi bintang baru di peta mineral Indonesia. (Rigo Pramana)
.jpg)